Ruang Multifungsi Bawah HI Mencapai Luas 4.500 Meter untuk Beragam Kegiatan

Jakarta – Warga Jakarta akan segera memiliki akses ke ruang multifungsi bawah tanah yang megah, terletak di bawah Bundaran HI, dengan total luas hampir 4.500 meter persegi. Progres pembangunan proyek ini saat ini telah mencapai 24 persen, dan diharapkan selesai pada Juni 2027, membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat metropolitan ini.
Proyek Bersejarah: Extended Concourse
Proyek yang dikenal sebagai Extended Concourse ini dikelola oleh PT MRT Jakarta (Perseroda), melalui anak perusahaannya, PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ). Direktur Utama ITJ, Ferdiansyah Roestam, menyatakan bahwa penyelesaian proyek ini diharapkan bertepatan dengan perayaan HUT Ke-500 Jakarta. “Kami menargetkan proyek ini menjadi kado istimewa bagi Jakarta yang akan diresmikan saat perayaan HUT,” ungkapnya pada Selasa lalu.
Tantangan Pembangunan Pertama di Indonesia
Ferdiansyah mengungkapkan bahwa pembangunan Extended Concourse ini merupakan proyek ruang bawah tanah pertama di Indonesia, yang memiliki tantangan unik karena tidak ada proyek serupa yang dapat dijadikan acuan. Dengan nilai investasi sebesar Rp148,2 miliar, proyek ini diharapkan menjadi pelopor bagi pengembangan ruang bawah tanah lainnya di Jakarta.
“Kami harus memperhatikan peta pembangunan gedung-gedung di sekitar Bundaran HI serta peta jaringan kabel bawah tanah dan elemen-elemen lainnya,” tambah Ferdiansyah. Ruang multifungsi ini direncanakan akan memiliki dua pintu keluar yang menghubungkannya dengan bangunan-bangunan di sekitar kawasan Bundaran HI.
Penghubung Utama: Muara Ke Berbagai Arah
Muara pertama dari ruang multifungsi ini direncanakan akan terhubung langsung dengan Plaza Indonesia dan Grand Hyatt, sementara muara kedua akan menghubungkan langsung dengan Wisma Nusantara dan Hotel Pullman. Ini akan memudahkan mobilitas masyarakat dan pengunjung di kawasan tersebut.
Integrasi dengan Transportasi Umum
Ruang multifungsi ini juga akan mengintegrasikan akses ke Halte Transjakarta di Bundaran HI melalui fasilitas lift. “Dengan ini, pengguna Transjakarta dapat dengan mudah mengakses extended concourse dan terhubung langsung dengan Stasiun MRT Jakarta,” jelas Ferdiansyah.
Kedalaman dan Fungsi Ruang Multifungsi
Ruang multifungsi ini akan dibangun di kedalaman 18 meter di bawah permukaan jalan di kawasan Bundaran HI, dengan tujuan untuk menjadi tempat berkumpul bagi masyarakat Jakarta. Ruang ini akan menjadi area yang dapat diakses oleh banyak orang dari beragam latar belakang.
Solusi untuk Penyeberangan dan Mobilitas
“Extended Concourse ini juga dirancang sebagai solusi untuk penyeberangan masyarakat dari sisi timur ke barat dan sebaliknya. Masyarakat bisa memanfaatkan ruang ini sebagai tempat transit yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Prediksi Dampak Positif bagi Ekonomi dan Kunjungan
Ferdiansyah memperkirakan bahwa setelah ruang multifungsi bawah tanah ini selesai dibangun, akan ada peningkatan jumlah pengunjung hingga 6.000 orang. Proyek ini diharapkan mampu menghidupkan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di sekitar Bundaran HI, yang merupakan salah satu pusat aktivitas di Jakarta.
Keberlanjutan dan Inovasi di Jakarta
Dengan adanya proyek ini, Jakarta tidak hanya akan memiliki infrastruktur yang modern tetapi juga ruang publik yang mendukung interaksi sosial dan kegiatan ekonomi. Extended Concourse diharapkan menjadi simbol kemajuan dan inovasi bagi kota ini.
- Ruang multifungsi dengan luas 4.500 m²
- Pembangunan mencapai 24% per bulan ini
- Target penyelesaian: Juni 2027
- Investasi proyek senilai Rp148,2 miliar
- Prediksi peningkatan pengunjung hingga 6.000 orang
Rencana Jangka Panjang untuk Jakarta
Proyek ruang multifungsi bawah HI ini tidak hanya akan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dari rencana jangka panjang Jakarta dalam mengembangkan infrastruktur perkotaan yang lebih baik. Dengan adanya ruang ini, diharapkan Jakarta bisa menjadi kota yang lebih terhubung dan efisien.
Ferdiansyah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun proyek ini. “Kami berharap proyek ini dapat memberikan manfaat luas bagi semua lapisan masyarakat, serta menjadi contoh bagi pengembangan infrastruktur di kota-kota besar lainnya di Indonesia,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: OJK Dalami 27 Kasus Pelanggaran Pasar Modal: Penegakan Hukum Terukur untuk Disiplin Pelaku Pasar
➡️ Baca Juga: Peran Teknologi Augmented Reality dalam Memfasilitasi Pemain Mempelajari Formasi Baru




