Proyek Drainase Rp1,19 Miliar di Cihanjuang Berpotensi Ancaman bagi Puluhan Pohon

Rencana pengembangan proyek drainase di Jalan Raden Demang Hardjakusumah, Cihanjuang, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, tidak hanya berkaitan dengan perbaikan infrastruktur, tetapi juga menghadapi tantangan signifikan terkait lingkungan. Dalam proses konstruksi, sejumlah pohon yang berada di sepanjang area proyek berisiko untuk dipangkas atau bahkan ditebang, karena akar-akar pohon tersebut dapat mengganggu efektivitas saluran drainase yang akan dibangun.
Analisis Dampak Proyek Drainase Cihanjuang
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tengah melakukan evaluasi terhadap pohon-pohon yang akan terpengaruh oleh proyek ini. Penanganan terhadap pohon-pohon tersebut menjadi hal yang krusial, mengingat pemerintah wajib memastikan bahwa pembangunan drainase tidak mengorbankan aspek lingkungan tanpa adanya perhitungan yang teliti.
Anggaran Proyek dan Penanganan Pohon
Proyek pembangunan drainase ini telah mendapatkan alokasi dana sebesar Rp1.199.196.468 dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi. Namun, perlu dicatat bahwa anggaran tersebut belum termasuk biaya untuk menangani pohon-pohon yang terkena dampak dari pekerjaan tersebut.
Menurut Hendra Gunawan, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Cimahi, biaya terkait penanganan pohon akan dimasukkan dalam anggaran perubahan yang akan datang. “Namun biaya tersebut akan diakomodasi pada anggaran perubahan,” ungkap Hendra dalam sebuah wawancara.
Prosedur Penanganan Pohon Terdampak
Hendra juga menjelaskan bahwa penanganan pohon-pohon yang terdampak akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan pohon dan aspek keselamatan. Menurut laporan, sekitar 32 pohon diperkirakan akan terpengaruh oleh proyek ini. Pohon-pohon yang kondisinya sudah tidak sehat atau memiliki potensi membahayakan keselamatan akan menjadi perhatian utama dalam proses ini.
Kewajiban Lingkungan dan Penanaman Kembali
Di sisi lain, terkait dengan tanggung jawab lingkungan dan kewajiban penanaman kembali, jumlah bibit pengganti yang diperlukan masih dalam tahap perhitungan. Jumlah penggantian ini akan ditentukan setelah proses koordinasi dan verifikasi dilakukan sesuai dengan pedoman teknis yang berlaku.
“Sehingga tidak ditetapkan secara sepihak sebelum proses verifikasi dilakukan,” jelas Hendra, menekankan pentingnya ketelitian dalam menentukan jumlah pohon yang akan diganti.
Pentingnya Koordinasi Antara Instansi
Kepala DLH Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menambahkan bahwa pembangunan drainase ini merupakan bagian dari desain yang telah disusun oleh DPUPR. DLH akan melakukan penghitungan yang lebih mendetail terhadap pohon-pohon yang akan terpengaruh oleh proyek ini.
Chanifah menyatakan bahwa berdasarkan penghitungan awal, terdapat sekitar 32 pohon yang berpotensi terdampak. Namun, angka ini masih perlu diverifikasi kembali agar data yang digunakan benar-benar mencerminkan kondisi yang ada di lapangan.
“Kemudian juga nanti DLH Cimahi akan hitung kurang lebih kalau kemarin hitungannya ada 32 pohon, tapi kita masih akan lihat kembali seperti apa supaya detail kita tahu,” tutup Chanifah, menegaskan pentingnya akurasi dalam penilaian yang dilakukan.
Kesimpulan dan Harapan untuk Proyek Drainase Cihanjuang
Proyek drainase di Cihanjuang merupakan langkah penting dalam perbaikan infrastruktur di Kota Cimahi. Namun, tantangan yang dihadapi terkait dengan penanganan pohon-pohon yang terpengaruh menciptakan dilema antara perkembangan dan pelestarian lingkungan. Dalam hal ini, kolaborasi yang baik antara DPUPR dan DLH sangat diperlukan untuk memastikan bahwa proyek ini dapat berjalan dengan baik tanpa mengorbankan lingkungan.
Melalui pendekatan yang hati-hati dan akuntabilitas yang tinggi, diharapkan proyek ini dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat, sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan di sekitar area proyek. Dengan demikian, proyek drainase Cihanjuang tidak hanya akan menjadi solusi untuk masalah infrastruktur, tetapi juga menjadi contoh yang baik dalam pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Capaian Vaksinasi Campak di Banten Mencapai 68 Persen, Target Selesai Akhir Bulan Ini
➡️ Baca Juga: Tiwi dan Fadia Sukses, Indonesia Menang 3-1 Melawan Kanada di Uber Cup 2026



