slot depo 10k slot depo 10k
Pendidikan

Kezia Menyelesaikan Double Degree UGM-Leeds: Tantangan Sistem Lab dan Penelitian Kanker Ovarium

Belajar di dua negara sekaligus bukanlah hal yang mudah, tetapi bagi Kezia Uineke, pengalaman ini justru menjadi sebuah perjalanan yang memperkaya pengetahuannya. Dengan tekad yang kuat dan rasa ingin tahu yang tinggi, Kezia berhasil menyelesaikan program double degree UGM-Leeds yang diadakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Leeds University, Inggris. Melalui perjalanan akademiknya, Kezia tidak hanya mendapatkan gelar sarjana, tetapi juga mengembangkan keterampilan dan perspektif baru yang akan membantunya dalam karier di bidang bioteknologi, khususnya dalam penelitian kanker ovarium.

Perjalanan Menuju Double Degree

Kezia telah memiliki ketertarikan pada program double degree jauh sebelum ia menjadi mahasiswa di UGM. Ketika mencari informasi tentang universitas ini, ia menemukan berbagai kemitraan internasional yang ditawarkan, dan sejak saat itu, ia bertekad untuk mengikuti program tersebut. “Sejak sebelum masuk UGM, aku sudah merencanakan untuk mengikuti program double degree,” ungkapnya. Ketertarikan Kezia pada bioteknologi semakin memperkuat keinginannya untuk terlibat dalam program ini, karena ia percaya bahwa bidang ini memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Minat di Bidang Bioteknologi

Kezia mengungkapkan bahwa ketertarikan awalnya di bidang bioteknologi berasal dari keinginan untuk mengembangkan solusi inovatif yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. “Aku memang tertarik pada biotek, dan kebetulan ada pilihan Biotech with Enterprise di program ini. Ini berarti aku bisa mempelajari aspek biologi, bioteknologi, dan bisnis secara bersamaan,” jelasnya. Kombinasi ini memberikan Kezia perspektif yang lebih luas tentang bagaimana ilmu pengetahuan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pengalaman Belajar yang Berbeda

Selama menempuh studi di University of Leeds, Kezia merasakan perbedaan yang nyata dalam sistem pembelajaran dibandingkan dengan yang ada di UGM. Salah satu aspek yang paling mencolok adalah kegiatan laboratorium. Di UGM, praktikum biasanya dilakukan dalam beberapa sesi untuk berbagai mata kuliah, sedangkan di Leeds, kegiatan laboratorium lebih terfokus. Mahasiswa diberi kesempatan lebih lama untuk mengembangkan eksperimen dan memilih area yang ingin mereka eksplorasi lebih dalam.

Fokus pada Eksperimen dan Penelitian

“Di sana, semuanya fokus. Hanya ada satu atau dua laboratorium tergantung pada mata kuliah yang diambil, dan kami diberikan waktu sekitar satu bulan untuk benar-benar berpikir dan melakukan penelitian sendiri,” jelas Kezia. Selain itu, pembelajaran di Leeds tidak hanya berpusat pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan keterampilan yang mendukung penelitian. Mahasiswa dilatih untuk melakukan eksperimen, menulis artikel ilmiah, dan mempresentasikan hasil penelitian mereka.

  • Pengembangan keterampilan penelitian
  • Pengalaman praktis dalam laboratorium
  • Kesempatan untuk berinovasi
  • Fokus pada aplikasi ilmu pengetahuan
  • Pelatihan dalam komunikasi ilmiah

Menikmati Lingkungan Baru

Selain aspek akademik, tinggal di Leeds juga memberikan Kezia pengalaman baru yang menyenangkan. Ia menikmati suasana kota yang memungkinkan dirinya berjalan kaki dan mengamati perubahan musim sepanjang tahun. “Melihat perubahan tumbuhan dan musim itu sangat menarik. Dari saat bunga mulai bermekaran hingga dedaunan berguguran, semuanya memberikan keindahan tersendiri,” kata Kezia.

Menyusun Skripsi dari Penelitian

Pengalaman akademik yang diperoleh di Leeds berperan penting dalam penyusunan skripsinya. Di universitas ini, mahasiswa memiliki kebebasan untuk memilih supervisor yang akan membimbing mereka dalam penelitian. “Setiap dosen memiliki laboratorium sendiri dengan penelitian yang sedang berlangsung. Kami bergabung dalam penelitian itu, meski topik ditentukan oleh supervisor, proses penelitian dan penulisan tugas akhir tetap menjadi tanggung jawab mahasiswa,” jelasnya.

Penelitian Kanker Ovarium

Kezia mengerjakan skripsi dengan judul Bioinformatics Analysis of AHNAK2 and PIK3CA Protein Mutations in Ovarian Cancer. Penelitian ini menggunakan pendekatan bioinformatika untuk menganalisis mutasi protein yang terkait dengan kanker ovarium. Kezia memilih dua protein, AHNAK2 dan PIK3CA, dari dataset yang berisi informasi tentang berbagai protein yang mengalami mutasi pada kanker ovarium. Ia melakukan perbandingan antara sekuens protein normal dan sekuens yang mengalami mutasi, serta mengamati perubahan yang terjadi.

Analisis Mutasi Protein

“Aku melihat perubahan di lokasi mutasi, struktur protein, hingga dampaknya terhadap fungsi protein. Intinya, aku menganalisis bagaimana perubahan ini terjadi,” jelasnya. Meskipun harus beradaptasi dengan lingkungan baru, dukungan dari UGM tetap terasa. Kezia menyatakan bahwa para dosen di UGM sangat peduli dan memberikan bantuan yang diperlukan selama menjalani program double degree ini.

Dukungan dan Hubungan di UGM

Hubungan antara mahasiswa dan dosen di UGM lebih dekat dibandingkan dengan di Leeds, yang cenderung lebih formal. Dosen dan tenaga kependidikan UGM selalu siap membantu, mulai dari masalah administrasi hingga kendala akademik. “Dosen-dosen di UGM sangat mendukung dan siap membantu kapan saja,” ujar Kezia, mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan yang diberikan.

Rencana Masa Depan

Setelah menyelesaikan program double degree UGM-Leeds, Kezia berencana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Ia merasa bahwa pengalaman di kedua universitas ini saling melengkapi. Pengetahuan yang diperoleh di UGM memberikan dasar akademik yang kuat, sedangkan pengalaman di Leeds memberinya keterampilan berpikir kritis dan mandiri dalam melakukan penelitian.

Rekomendasi untuk Mahasiswa Lain

Kezia mendorong mahasiswa yang memiliki kesempatan untuk mengikuti program double degree agar tidak ragu untuk mencobanya. Menurutnya, pengalaman ini tidak hanya membuka perspektif baru mengenai pendidikan, tetapi juga memberikan kesempatan yang sebelumnya mungkin tidak terpikirkan. “Program ini memberikan banyak peluang dan membuka banyak kemungkinan untuk masa depan,” ungkap Kezia.

➡️ Baca Juga: Agrovoltaik: Solusi Terpadu untuk Optimalisasi Lahan dan Peningkatan Energi Terbarukan

➡️ Baca Juga: Ban Dunlop SP Sport Blue Response TG: Pilihan Terbaik untuk Mudik Lebaran yang Aman dan Nyaman

Related Articles

Back to top button