slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

Digitalisasi Memperluas Peluang Pasar Industri F&B Indonesia Secara Efektif

Dalam era digital yang terus berkembang, industri makanan dan minuman (F&B) di Indonesia mengalami transformasi signifikan yang memperluas jangkauan pasar. Perubahan perilaku konsumen yang semakin mengandalkan platform digital memungkinkan produk F&B lokal untuk melampaui batasan geografis, tidak lagi terikat pada toko fisik atau pelanggan di daerah asal. Dengan memanfaatkan konten digital, siaran langsung, rekomendasi dari kreator, dan model perdagangan berbasis penemuan, sekarang lebih mudah bagi pelaku usaha untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Transformasi ini tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha F&B untuk berkembang.

Pertumbuhan Ekosistem F&B di Indonesia

Data terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan ekosistem F&B di platform seperti Tokopedia dan TikTok Shop sangat mengesankan. Pada semester pertama tahun 2026, jumlah pesanan dalam kategori F&B meningkat hampir 95% dibandingkan tahun sebelumnya. Yang lebih menarik, jumlah pelaku usaha yang menjual produk F&B juga meningkat sebesar 184%, menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya merangsang permintaan tetapi juga memperluas akses pasar bagi pelaku usaha. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2025, terdapat sekitar 5,28 juta usaha makanan dan minuman yang beroperasi pada tahun 2024, meningkat 8,71% dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan potensi besar industri ini.

Peluang Melalui Discovery Commerce

Salah satu inovasi yang muncul dalam pemasaran produk F&B adalah konsep Discovery Commerce. Melalui model ini, konsumen dapat menemukan produk berdasarkan minat mereka melalui video pendek, siaran langsung, dan rekomendasi kreator. Ini membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau audiens baru yang sebelumnya tidak terjangkau. Produk F&B kini dapat ditemukan tidak hanya karena konsumen mencarinya, tetapi juga muncul di depan mereka melalui konten yang relevan.

  • Pesanan F&B melalui video pendek meningkat 86% pada kuartal pertama 2026.
  • Peningkatan yang sama juga terlihat pada pesanan melalui siaran langsung.
  • Discovery Commerce memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen berdasarkan ketertarikan mereka.
  • Platform digital memperkaya pengalaman belanja konsumen dengan konten yang menarik.
  • Kolaborasi dengan kreator membantu memperkenalkan produk kepada audiens yang lebih luas.

Perluasan Pasar di Berbagai Wilayah

Digitalisasi juga berkontribusi pada pertumbuhan industri F&B yang tidak hanya terfokus di Pulau Jawa. Data dari Tokopedia dan TikTok Shop menunjukkan bahwa lima dari sepuluh provinsi dengan pertumbuhan pesanan F&B tertinggi pada semester pertama 2026 berada di luar Pulau Jawa. Provinsi tersebut adalah Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Riau, dan Bali. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap produk F&B lokal tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia.

Peluang ini memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperluas penetrasi pasar tanpa perlu membangun kehadiran fisik di setiap daerah. Selain itu, produk-produk yang paling diminati oleh konsumen juga bervariasi. Di Tokopedia, barang-barang terlaris meliputi:

  • Minyak goreng
  • Kopi Arabika
  • Dimsum
  • Susu nutrisi dewasa
  • Kecap manis

Sementara itu, di TikTok Shop, produk yang paling banyak diminati mencakup kopi instan, susu tinggi protein, Dubai Chewy, permen lolipop, dan mie lidi. Pertumbuhan pasar produk F&B ini juga mendukung inisiatif #BeliLokal, yang mencatat kenaikan lebih dari 50% dalam jumlah penjual serta peningkatan 51% dalam penjualan produk lokal.

Dukungan untuk Pelaku Usaha

Pihak penyedia platform digital, seperti Tokopedia dan TikTok Shop, juga memberikan dukungan kepada pelaku usaha melalui berbagai inisiatif. Edukasi tentang cara memanfaatkan Discovery Commerce, kolaborasi dengan kreator, serta kemitraan dalam ekosistem bisnis menjadi bagian dari strategi ini. Dengan pendekatan ini, pelaku usaha tidak hanya dapat menjual produk, tetapi juga membangun merek dan berinteraksi dengan calon konsumen melalui berbagai format konten yang menarik.

Stephanie Susilo, Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, menegaskan bahwa ekosistem kuliner lokal Indonesia memiliki potensi yang besar untuk berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital. “Kami melihat pertumbuhan yang sangat positif pada kategori makanan dan minuman, baik dari sisi permintaan maupun jumlah pelaku usaha yang bergabung di ekosistem kami,” ujarnya.

Studi Kasus: Yayang Dessert

Salah satu contoh sukses dari digitalisasi dalam industri F&B adalah Yayang Dessert, sebuah brand lokal asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Berawal dari usaha kuliner rumahan pada tahun 2018, Yayang Dessert mengalami lonjakan pertumbuhan yang signifikan setelah bergabung dengan TikTok Shop pada tahun 2024. Dengan menjadi pelopor tren Dubai Chocolate dan Chewy Cookie, mereka memanfaatkan bahan baku premium serta melakukan kolaborasi dengan berbagai affiliate untuk memperluas jangkauan pasar.

Dari langkah-langkah tersebut, Yayang Dessert berhasil menjangkau konsumen di seluruh Indonesia, dengan TikTok Shop menyumbang hingga 80% dari total penjualan. Omzet harian yang dicapai mencapai ratusan juta rupiah, dan pertumbuhan bisnis ini juga berkontribusi kepada pemberdayaan masyarakat lokal dengan melibatkan lebih dari 130 warga sekitar.

Restu Gustianti, pemilik Yayang Dessert, menyatakan, “TikTok Shop mengajarkan kami bahwa bisnis kecil dapat memiliki jangkauan yang besar ketika kami berani menangkap momentum dan terus berinovasi. Dengan konsisten menghadirkan konten yang menarik dan menjaga kualitas, kami mampu membawa produk kami dikenal di seluruh Indonesia.”

Contoh Lain: Japfa Food Online

Contoh lain dari strategi digitalisasi yang sukses adalah Japfa Food Online, lini bisnis e-commerce dari Grup Japfa yang memanfaatkan ekosistem Discovery Commerce di platform Tokopedia dan TikTok Shop. Brand ini menyesuaikan konten yang dibuat dengan kebutuhan konsumen, mulai dari kreasi bekal praktis untuk keluarga hingga jajanan kekinian yang menarik bagi Gen Z. Usaha ini didukung oleh jaringan operasional yang kuat di Jabodetabek dan strategi pengiriman yang cepat.

Hasilnya, Japfa Food Online berhasil menembus sepuluh besar kategori makanan beku sejak bergabung dengan kedua platform tersebut. Anugrah Mardi Honesty, Head of Digital Marketing Japfa Food Online, mengungkapkan, “Bersama Tokopedia dan TikTok Shop, kami menyadari bahwa pertumbuhan bisnis berasal dari keberanian untuk terus bereksperimen. Setiap konten, kolaborasi, dan inovasi membuka peluang untuk menjangkau lebih banyak konsumen.”

Transformasi Melalui Digitalisasi

Perkembangan ini menunjukkan bahwa digitalisasi telah merubah cara industri F&B Indonesia melakukan penetrasi pasar. Dengan memanfaatkan berbagai platform digital, produk lokal kini memiliki kesempatan untuk ditemukan oleh konsumen dari berbagai wilayah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada ekspansi toko fisik. Kombinasi dari video pendek, siaran langsung, kreator, dan inisiatif edukasi memungkinkan pelaku usaha tidak hanya membangun kesadaran merek, tetapi juga mengonversi perhatian tersebut menjadi transaksi nyata.

Ketika produk dan cerita di baliknya semakin mudah ditemukan, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha, tetapi juga memperkuat ekosistem kuliner lokal Indonesia secara keseluruhan. Dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi, industri F&B Indonesia siap untuk memasuki era baru yang menjanjikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.

➡️ Baca Juga: Beckham Putra Tunda Mudik Lebaran untuk Penuhi Panggilan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

➡️ Baca Juga: Dugaan Pelecehan di Ponpes Ciamis: Tiga Santriwati Terjadi Kasus oleh Oknum Pengajar

Related Articles

Back to top button