Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Usulkan Bioskop Mini Rp15 Ribu di Setiap Rusun

Jakarta – Dalam upaya untuk memperluas akses hiburan bagi masyarakat, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meresmikan Jaksinema di Rumah Susun Pasar Rumput, Tebet, Jakarta Selatan pada hari Senin, 24 Agustus. Kehadiran bioskop mini ini merupakan bagian dari inisiatif Pemprov DKI untuk mengembangkan ekosistem Jakarta sebagai Kota Sinema, sekaligus menghadirkan film-film Indonesia yang lebih dekat dan mudah diakses oleh warga.
Fasilitas Jaksinema Pasar Rumput
Jaksinema Pasar Rumput dilengkapi dengan 43 kursi yang dirancang untuk menyajikan film-film Indonesia. Tiket untuk menonton film di bioskop mini ini sangat terjangkau, dengan harga Rp15.000 pada hari biasa dan Rp20.000 di akhir pekan. Dengan harga yang bersahabat ini, diharapkan Jaksinema bisa menjadi alternatif hiburan yang menarik bagi masyarakat setempat.
Inisiatif dan Kolaborasi
Rano Karno mengungkapkan kebanggaannya terhadap berbagai inisiatif yang diusung oleh Perumda Pasar Jaya dalam menghidupkan kawasan pasar di Jakarta. Inisiatif tersebut meliputi revitalisasi pasar, penataan area, penyediaan sarana pendukung, dan digitalisasi transaksi menggunakan QRIS yang memudahkan interaksi antara pedagang dan konsumen. Kehadiran Jaksinema menjadi salah satu hasil kolaborasi antara Perumda Pasar Jaya dan Layar Digi, yang diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.
Membangun Ekosistem Perfilman
Menurut Rano, kehadiran Jaksinema adalah langkah penting dalam mendukung kebijakan Pemprov DKI untuk membangun ekosistem perfilman di Jakarta. Beberapa program yang sudah ada sebelumnya mencakup Jakarta Film Commission, layanan terpadu Filming in Jakarta, serta pengurangan pajak hingga 50 persen bagi pemutaran film nasional. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat industri film dalam negeri.
Ruang Apresiasi Karya Anak Bangsa
“Jaksinema merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Jakarta sebagai Kota Sinema dengan menyediakan bioskop mini yang menayangkan film-film Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya menambah ruang apresiasi masyarakat terhadap karya sinema lokal, tetapi juga memperlihatkan potensi kota dalam mendukung perkembangan film dan ekonomi kreatif,” ungkap Rano.
Data Penonton dan Peluang Ekspansi
Rano juga menyoroti tingginya animo masyarakat terhadap film nasional sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data yang diperoleh dari Cinepoint, sekitar 93 film Indonesia telah diputar dari bulan Januari hingga Juli 2026, dengan total penonton mencapai 40.711.772 orang. Hal ini menunjukkan potensi besar untuk meningkatkan ruang pemutaran film yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat.
- 93 film Indonesia ditayangkan dari Januari hingga Juli 2026.
- Total penonton mencapai 40.711.772 orang.
- Pangsa penonton film nasional mencapai 67% dalam periode tersebut.
- Peluang untuk menghadirkan lebih banyak ruang pemutaran film.
- Permintaan masyarakat yang tinggi terhadap film Indonesia.
Respons Terhadap Kebutuhan Masyarakat
“Dengan perkembangan yang ada saat ini, kita harus merespons tingginya kebutuhan masyarakat akan film Indonesia dengan menghadirkan Jaksinema di lokasi-lokasi yang lebih dekat dengan warga,” jelas Rano. Kehadiran bioskop mini ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan hiburan masyarakat dengan harga yang terjangkau.
Peran Bioskop dalam Ekonomi Kreatif
Pemprov DKI Jakarta memandang bahwa keberadaan bioskop di kawasan permukiman dan pasar tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan. Bioskop juga dapat menciptakan aktivitas baru dan mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif lainnya. Dengan semakin mudahnya akses masyarakat ke ruang pemutaran film, ekosistem perfilman dan sektor kreatif lainnya akan semakin kuat.
Mendorong Pertumbuhan Industri Kreatif
“Semakin mudah masyarakat menjangkau ruang pemutaran film, maka ekosistem film dan subsektor kreatif lainnya akan semakin kuat. Ini pada akhirnya akan turut menggerakkan industri kreatif di Jakarta,” jelas Rano. Hal ini menunjukkan pentingnya integrasi antara hiburan dan pengembangan ekonomi di kawasan perkotaan.
Rencana Pengembangan Jaksinema di Jakarta
Ke depannya, Pemprov DKI Jakarta memiliki rencana untuk menerapkan konsep serupa di rumah susun dan pasar lainnya di berbagai lokasi di Jakarta. Dengan strategi ini, diharapkan masyarakat di berbagai kawasan dapat menikmati akses hiburan, ruang apresiasi karya film, serta kesempatan untuk mengembangkan kreativitas mereka.
Visi Jaksinema untuk Setiap Rumah Susun
“Kami berharap Jaksinema dapat hadir di setiap rumah susun di seluruh Jakarta, agar penghuni rumah susun mendapatkan tempat hiburan dan dapat menyalurkan bakat mereka. Saya yakin di setiap lokasi terdapat anak-anak muda yang kreatif,” ungkap Rano.
Mewujudkan Jakarta sebagai Kota Sinema
Rano menekankan bahwa pembangunan Jakarta sebagai kota sinema tidak cukup hanya dengan merumuskan kebijakan atau menggunakan slogan. Menurutnya, Jakarta sebagai Kota Sinema harus diwujudkan dalam bentuk ekosistem nyata yang mencakup kebijakan, produksi, pengembangan talenta, serta penyediaan fasilitas pemutaran film yang memadai.
Langkah Konkret untuk Masa Depan
“Saya percaya bahwa Jakarta sebagai kota sinema bukan sekadar jargon, tetapi harus diwujudkan sebagai ekosistem yang konkret dan menjadi bagian dari wajah Jakarta di masa mendatang. Oleh karena itu, langkah-langkah harus kita bangun secara menyeluruh, mulai dari kebijakan, produksi, pencarian talenta, hingga penyediaan fasilitas pemutaran film,” tutupnya.
➡️ Baca Juga: Aksi Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Palu: Momen Penting untuk Jurnalisme yang Merdeka
➡️ Baca Juga: Kejari Cimahi Sosialisasikan KUHP Nasional 2023, Masyarakat Diajak Pahami Perubahan Hukum Pidana




