kpkgg
Megapolitan

Wagub Banten: FASI Sebagai Sarana Membangun Karakter Generasi Qurani yang Kuat

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengungkapkan bahwa Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) XIII 2026 menjadi kesempatan penting untuk membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan Al-Quran. “Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan salehah. Kegiatan ini dilaksanakan di masjid, yang merupakan pusat pembinaan umat,” jelas Dimyati dalam rilis yang diterima di Tangerang, Kamis. Ia menekankan bahwa kompetisi FASI yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten serta Milad ke-49 Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Masjid Raya Al-Bantani, KP3B Curug, Kota Serang, merupakan wadah penting untuk mempererat silaturahmi dan pembinaan spiritual bagi anak-anak.

FASI: Momen Strategis untuk Pembinaan Karakter

Dimyati menilai bahwa FASI bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai platform yang esensial untuk membangun hubungan antara generasi. “Saya melihat potensi organisasi BKPRMI sangat baik untuk terus digerakkan,” tambahnya. Kegiatan positif seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan dukungan dari berbagai pihak. Agenda ini dinilai efektif dalam memperkuat tali silaturahmi di antara berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga para orang tua dan guru pembimbing.

BKPRMI dan Komitmen Terhadap Pembinaan Anak

Ketua BKPRMI Provinsi Banten, Fahmi Hakim, menjelaskan bahwa FASI merupakan program strategis yang dirancang untuk membina anak-anak sejak usia dini. Pembinaan ini mencakup berbagai jenjang, mulai dari Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an (TKA), Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan pendekatan yang terencana, FASI diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.

  • Cabang tahfiz Al-Qur’an
  • Lomba mewarnai
  • Lomba azan
  • Penceramah cilik
  • Cerdas cermat

Fahmi menekankan bahwa melalui FASI, BKPRMI berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi penerus yang dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an. “Kami ingin anak-anak tidak hanya mengenal Al-Qur’an secara teori, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Struktur Kompetisi FASI yang Sistematis

Ketua DPP BKPRMI, Nanang Mubarok, menambahkan bahwa FASI merupakan kompetisi yang diselenggarakan secara berjenjang dan sistematis. Proses ini dimulai dari tingkat desa, dilanjutkan ke kecamatan, kabupaten/kota, hingga ke tingkat provinsi. Dengan struktur yang jelas, diharapkan setiap tahap kompetisi dapat semakin memperkuat kualitas peserta.

Menuju FASI Tingkat Nasional

Menjelang usia setengah abad BKPRMI, Nanang mengusulkan agar Provinsi Banten dipersiapkan menjadi tuan rumah FASI tingkat nasional pada tahun depan. “Banten memiliki potensi sosial dan basis masyarakat yang sangat mendukung untuk menyukseskan acara ini,” ujarnya. Ia berharap pembinaan remaja masjid dapat terus diperkuat, guna membangun sumber daya manusia yang tahan banting, berakhlak mulia, dan berjiwa Qurani.

Peran Masjid dalam Pembinaan Karakter

Masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan memiliki peran yang sangat vital dalam pembinaan karakter generasi muda. Dengan adanya kegiatan seperti FASI, masjid berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang untuk pengembangan diri dan komunitas. Pembinaan yang dilakukan di masjid membantu anak-anak untuk lebih memahami nilai-nilai Al-Qur’an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Program-program Menarik di FASI

FASI tidak hanya menghadirkan perlombaan, tetapi juga program-program menarik yang dirancang untuk memperkaya pengalaman anak-anak. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar dan bersosialisasi dalam lingkungan yang positif. Beberapa program yang direncanakan meliputi:

  • Pelatihan kepemimpinan untuk remaja
  • Workshop seni islami
  • Diskusi interaktif mengenai nilai-nilai Al-Qur’an
  • Pengembangan keterampilan sosial
  • Program mentoring dengan tokoh masyarakat

Melalui program-program ini, FASI berupaya untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi generasi muda dalam mengembangkan potensi diri dan memperkuat karakter mereka.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan semangat yang tinggi, Wagub Banten dan BKPRMI berharap bahwa kegiatan FASI dapat menjadi langkah awal dalam membentuk karakter generasi Qurani yang kuat. “Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi cerdas, tetapi juga berakhlak baik dan memiliki hubungan yang erat dengan Al-Qur’an,” kata Dimyati. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi pemimpin yang berintegritas dan berjiwa Qurani.

Kolaborasi untuk Mencetak Generasi Qurani

Pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak dalam mencetak generasi Qurani tidak dapat diabaikan. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus saling mendukung untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi perkembangan karakter anak-anak. Dengan melibatkan orang tua, guru, dan tokoh masyarakat, kegiatan seperti FASI dapat menjadi lebih bermakna dan berdampak luas.

Dengan demikian, FASI tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana untuk membangun karakter generasi Qurani yang kuat dan berakhlak mulia. Melalui upaya bersama, harapan untuk menciptakan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dapat terwujud.

➡️ Baca Juga: 23 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Cikampek Utama H-6 Menuju Lebaran

➡️ Baca Juga: Svarna Bhumi Award 2026: Apresiasi Terbaik untuk Pahlawan Pangan Indonesia

Related Articles

Back to top button