Wali Kota Bandung Tekankan Pentingnya Perizinan untuk Mendorong Investasi dan Lapangan Kerja

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung baru-baru ini melaksanakan visitasi serta uji petik untuk penilaian kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) tahun 2026 oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Kegiatan ini berlangsung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bandung yang terletak di Jalan Cianjur No 34 pada Rabu, 12 Agustus.
Komitmen Pemkot Bandung dalam Meningkatkan Kinerja PTSP
Kota Bandung telah terpilih sebagai salah satu nominator untuk kategori Pemerintah Daerah Berkinerja Sangat Baik dalam penyelenggaraan PTSP dan PPB di tahun 2026. Visitasi ini merupakan bagian dari proses penilaian yang bertujuan untuk mengevaluasi komitmen pemerintah daerah serta implementasi pelayanan yang ada di lapangan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa pelaksanaan uji petik ini memberikan kesempatan bagi kota untuk menunjukkan keterbukaan dalam hal investasi, sekaligus mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi oleh dunia usaha.
Pentingnya Perizinan dalam Mendorong Investasi
Menurut Wali Kota Farhan, salah satu isu yang sering diangkat oleh para pelaku usaha adalah mengenai perizinan. Oleh karena itu, Pemkot Bandung berupaya memastikan bahwa proses perizinan tidak dianggap sebagai kendala, melainkan sebagai sarana yang memberikan manfaat bagi pengembangan usaha.
“Perizinan bukanlah sesuatu yang mempersulit; sebaliknya, ia harus memberikan manfaat signifikan bagi dunia usaha,” ungkap Wali Kota Farhan dalam sambutannya yang menekankan pentingnya perspektif positif terhadap proses perizinan.
Potensi Investasi di Kota Bandung
Wali Kota Farhan juga menyoroti potensi strategis yang dimiliki Kota Bandung dalam mendukung pengembangan investasi. Salah satu aspek penting adalah diaktifkannya kembali Bandara Internasional Husein Sastranegara, yang merupakan bagian dari ekosistem industri aviasi di Jawa Barat dan terhubung dengan pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).
Dengan berkembangnya BIJB sebagai pusat industri strategis dan aviasi di Jawa Barat, Kota Bandung berperan penting dalam menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas serta berbagai fasilitas pendukung yang diperlukan.
Infrastruktur dan Akses Transportasi sebagai Modal Investasi
Kota Bandung memiliki akses transportasi yang baik serta infrastruktur yang relatif kuat, yang menjadi modal penting dalam menarik minat investasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa proses pelayanan yang ada benar-benar membantu dunia usaha untuk merealisasikan potensi yang ada.
“Nilai investasi kita sangat tinggi. Tantangannya adalah apakah proses yang ada benar-benar mendukung dunia usaha atau justru menghalangi realisasi potensi yang ada,” tambahnya.
Dampak Investasi terhadap Masyarakat
Wali Kota Farhan mengingatkan bahwa investasi tidak boleh hanya dilihat dari besarnya nilai penanaman modal. Lebih dari itu, dampak sosial yang dihasilkan, terutama dalam penyerapan tenaga kerja, juga harus menjadi perhatian.
Pemkot Bandung berkomitmen untuk menurunkan tingkat pengangguran dengan mendorong semakin banyak masyarakat untuk terlibat dalam sektor pekerjaan formal. Oleh karena itu, pelayanan PTSP dan PPB diharapkan dapat menjadi pendorong bagi pertumbuhan dunia usaha serta pembukaan lapangan pekerjaan.
Penyediaan Lapangan Kerja Formal
Seiring dengan berbagai penataan yang berlangsung di Kota Bandung, sangat penting untuk memastikan bahwa lapangan pekerjaan formal tersedia bagi masyarakat yang sebelumnya bergantung pada sektor informal.
- Proses perizinan yang efisien dan transparan
- Pengembangan infrastruktur yang mendukung
- Peningkatan kualitas sumber daya manusia
- Fasilitas pendukung bagi pelaku usaha
- Kesempatan bagi masyarakat untuk bergabung di sektor formal
“Keuntungan dari penyerapan tenaga kerja sangatlah besar,” jelas Wali Kota Farhan, menegaskan pentingnya memberikan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Pemberdayaan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi
Pemkot Bandung juga memfokuskan perhatian pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi. Dukungan terhadap UMKM diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi lokal serta menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan.
Dengan memfasilitasi pelatihan, akses modal, serta pemasaran bagi UMKM, Pemkot Bandung berupaya untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar. Hal ini sejalan dengan upaya untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi dunia usaha, di mana setiap pelaku bisnis, besar maupun kecil, dapat saling mendukung dan berkembang bersama.
Inisiatif Pemkot dalam Mendukung UMKM
Berbagai inisiatif telah diluncurkan untuk mendukung UMKM, di antaranya:
- Penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan
- Program bantuan modal untuk UMKM
- Fasilitasi pemasaran produk lokal
- Pengembangan platform digital untuk UMKM
- Kemitraan dengan sektor swasta
Dengan strategi ini, Pemkot Bandung berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi pertumbuhan UMKM dan pada akhirnya berkontribusi terhadap pengurangan angka pengangguran di kota ini.
Kesimpulan: Membangun Masa Depan yang Berkelanjutan
Zaman sekarang menuntut pemerintah daerah untuk lebih proaktif dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Melalui upaya peningkatan pelayanan perizinan dan pemberdayaan UMKM, Pemkot Bandung berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Kota Bandung dapat menjadi daya tarik investasi yang lebih besar, serta menjadi model bagi daerah lain dalam pengelolaan perizinan investasi yang efektif.
➡️ Baca Juga: Menkeu Buka 380 Lowongan Bea Cukai untuk Lulusan SMA, Segera Daftar!
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Menjadi Pengelola Operasional Digital Profesional untuk Mendapatkan Uang Online



