slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

4,45 Juta IKM Harus Bertransformasi Hijau untuk Masuk Rantai Pasok Global dan Akses Pembiayaan

Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil langkah proaktif dalam mempercepat transisi menuju industri hijau, dengan fokus pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (IKM). Inisiatif ini bertujuan memastikan bahwa 4,45 juta IKM di Indonesia tidak tertinggal dalam menghadapi tuntutan global dan persyaratan keberlanjutan dari lembaga pembiayaan.

Pentingnya Transformasi Hijau bagi IKM

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa daya saing industri masa depan tidak hanya akan ditentukan oleh produk yang dihasilkan, tetapi juga oleh metode produksi yang digunakan. Oleh karena itu, peralihan menuju model industri yang berkelanjutan menjadi hal yang semakin krusial bagi IKM di tanah air.

Agus juga menekankan peran penting IKM dalam struktur industri nasional. Data menunjukkan bahwa IKM menyumbang 99,79% dari total unit usaha dalam sektor industri di Indonesia. Dengan begitu, proses transformasi nasional tidak akan lengkap tanpa melibatkan peran serta IKM.

Panduan untuk Mendorong IKM Bertransformasi Hijau

Untuk memfasilitasi langkah-langkah ini, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (Ditjen IKMA) telah meluncurkan dua panduan baru. Panduan tersebut terdiri dari Buku Program Pemberdayaan IKM Hijau dan Buku Saku Pedoman Aktivitas Transformasi IKM Hijau.

Menurut Dirjen IKMA Reni Yanita, Buku Program memberikan panduan mengenai arah dan tahapan transformasi, sedangkan Buku Saku menyajikan langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan oleh IKM sesuai dengan karakteristik usaha masing-masing.

Referensi pada Taksonomi Keuangan Berkelanjutan

Kedua buku ini mengacu pada Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) yang disusun oleh OJK. TKBI berfungsi sebagai acuan dalam mengklasifikasikan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan, yang digunakan oleh bank dan investor dalam menyalurkan pembiayaan. Tujuan utamanya adalah mendukung pencapaian target net zero emission di Indonesia pada tahun 2060.

Langkah-Langkah Awal untuk IKM

Reni mencatat beberapa aktivitas yang dapat segera diimplementasikan oleh IKM, antara lain:

  • Efisiensi energi
  • Pengelolaan limbah secara efektif
  • Penggunaan bahan baku yang berkelanjutan
  • Pemantauan dan dokumentasi praktik hijau
  • Inovasi dalam proses produksi

Menurutnya, penerapan prinsip industri hijau bagi IKM bukan lagi sekadar pilihan, tetapi merupakan keharusan. Namun, ia menekankan bahwa transformasi ini tidak perlu dilakukan secara sekaligus. IKM dapat memulainya secara bertahap dengan fokus pada aspek-aspek yang paling relevan dengan bisnis mereka.

Menjadikan Industri Hijau Sebagai Investasi

Selaras dengan pendapat tersebut, Sekretaris Ditjen IKMA Yedi Sabaryadi mengajak para pelaku IKM untuk memandang industri hijau sebagai sebuah investasi, bukan sebagai sebuah beban. Ia menegaskan pentingnya untuk tidak menunggu hingga perubahan menjadi sebuah tuntutan pasar.

“Mari kita mulai dari sekarang dengan langkah nyata untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan nilai tambah,” ajak Yedi, mendorong IKM untuk segera beradaptasi dengan perubahan yang ada.

Harapan Kemenperin untuk Masa Depan IKM

Kementerian Perindustrian berharap agar semakin banyak IKM yang dapat dijadikan contoh dalam penerapan industri hijau. Keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah IKM yang ikut serta, tetapi juga dari kemampuan IKM tersebut untuk menunjukkan peningkatan efisiensi, ramah lingkungan, serta kesiapan mereka untuk masuk ke rantai pasok global dan mendapatkan akses pembiayaan internasional.

Dengan mendorong 4,45 juta IKM untuk bertransformasi hijau, Kemenperin berkomitmen untuk menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi di arena global. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pemain dalam industri, tetapi juga pemimpin dalam keberlanjutan.

➡️ Baca Juga: Mobil Bekas Pilihan Perempuan yang Hemat Bahan Bakar dan Nyaman Digunakan

➡️ Baca Juga: Menteri PPPA Ajak Perempuan Desa Tingkatkan Ketahanan Pangan Keluarga Secara Mandiri

Related Articles

Back to top button