kpkgg
Rona

Tari Gandrung Sewu Hadir dengan Efek ‘Glow in the Dark’ untuk Memikat Penonton di Banyuwangi

Pertunjukan tari Gandrung Sewu yang terkenal sebagai warisan budaya Banyuwangi kini hadir dengan inovasi menarik: konsep glow in the dark. Inisiatif ini bertujuan untuk menarik perhatian penonton dengan pengalaman visual yang memukau, sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya yang ada.

Inovasi dalam Pertunjukan Budaya

Dalam pandangan Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, kesuksesan pariwisata tidak hanya diukur dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga dari durasi kunjungan, aktivitas yang dilakukan, serta dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat lokal. Hal ini menunjukkan bahwa pertunjukan seperti Gandrung Sewu dapat memberikan manfaat lebih dari sekadar hiburan.

Kerjasama untuk Pengembangan Budaya

Festival budaya yang berasal dari Banyuwangi ini dikembangkan melalui kolaborasi antara PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kerjasama ini bertujuan untuk menjadikan Gandrung Sewu sebagai ikon budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai kalangan.

Menggabungkan Tradisi dan Teknologi

Dengan mengintegrasikan elemen seni tradisional, pencahayaan yang artistik, serta teknologi pertunjukan modern, penyelenggaraan Gandrung Sewu 2026 diharapkan tidak hanya menjadi upaya pelestarian budaya, tetapi juga bisa mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan dan meningkatkan aktivitas ekonomi lokal. Melalui langkah ini, Banyuwangi diharapkan dapat mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi pariwisata terkemuka di Indonesia.

Detail Penyelenggaraan

Gandrung Sewu direncanakan akan dilaksanakan pada 24 Oktober 2026 di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, Jawa Timur. Dengan latar belakang pantai yang indah, pertunjukan ini akan menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi pengunjung.

Menarik Minat Wisatawan

Salah satu fokus utama dari kolaborasi ini adalah untuk mengembangkan Gandrung Sewu sebagai acara budaya khas Banyuwangi yang menarik perhatian baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Pertunjukan ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang unik dan mendalam tentang kebudayaan lokal.

Pengalaman Baru di Malam Hari

Pada penyelenggaraan tahun ini, event kolosal ini akan menyajikan pengalaman baru dengan konsep malam hari. Ini akan memadukan gerakan ribuan penari dengan pencahayaan yang canggih, memberikan nuansa yang berbeda tanpa menghilangkan esensi dan nilai-nilai budaya dari Tari Gandrung yang telah ada sejak lama.

Partisipasi dan Ekspresi Generasi Muda

Sebanyak 1.300 penari akan berpartisipasi dalam Gandrung Sewu 2026, menciptakan sebuah pertunjukan kolosal yang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan diri dan menjaga keberlanjutan seni tradisional Banyuwangi.

Nilai Tambah untuk Daerah

Herdy menekankan bahwa melalui kolaborasi ini, mereka berharap dapat memaksimalkan potensi yang ada dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan pariwisata Banyuwangi.

Pentingnya Konektivitas Udara

Direktur Komersial InJourney Airports, Very Y Setiady, menambahkan bahwa selain daya tarik destinasi, pengembangan konektivitas udara juga sangat penting. Akses yang mudah akan memfasilitasi wisatawan untuk mencapai Banyuwangi, dan event-event menarik seperti Gandrung Sewu akan menjadi alasan bagi mereka untuk berkunjung.

Strategi untuk Memperluas Jangkauan

Dalam mendukung upaya promosi ini, InJourney memperkuat koordinasi dengan maskapai untuk mengidentifikasi potensi permintaan perjalanan. Mereka juga mengevaluasi kebutuhan kapasitas penerbangan serta menjajaki peluang penyesuaian frekuensi atau kapasitas penerbangan sesuai dengan kondisi pasar dan kesiapan operasional.

Meningkatkan Promosi Destinasi

Langkah lain yang diambil adalah memperluas jangkauan promosi Banyuwangi melalui berbagai saluran komunikasi dan interaksi dengan wisatawan. Dengan pendekatan ini, diharapkan keterhubungan antara promosi destinasi dan keputusan perjalanan menjadi lebih kuat, sehingga daya tarik Gandrung Sewu dapat memicu kunjungan ke destinasi lain di Banyuwangi.

Inovasi dalam Penyampaian Budaya

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa inovasi dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat daya tarik budaya dan memberikan pengalaman yang berbeda kepada pengunjung. Upaya ini diharapkan dapat menarik lebih banyak perhatian dan partisipasi dari masyarakat.

Melestarikan Identitas Budaya

“Gandrung Sewu adalah kebanggaan masyarakat Banyuwangi dan bagian integral dari identitas budaya daerah. Kami ingin tradisi ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak generasi, tanpa kehilangan jati dirinya,” ungkap Ipuk. Pernyataan ini mencerminkan komitmen untuk menjaga kekayaan budaya sambil mengadopsi inovasi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan begitu, pertunjukan tari Gandrung Sewu yang mengusung konsep glow in the dark ini tidak hanya menjadi sebuah pertunjukan seni, tetapi juga sebuah upaya kolektif untuk mengangkat dan melestarikan budaya Banyuwangi agar tetap relevan dalam konteks modern. Melalui event ini, diharapkan bisa tercipta sinergi antara seni, budaya, dan pariwisata, yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan daerah.

➡️ Baca Juga: Emas Antam Mengalami Kenaikan, Cek Daftar Harga Terbaru Hari Ini

➡️ Baca Juga: Menhub Ambil Langkah, Posko Terpadu Trisakti Diterapkan untuk Cegah Data Korban Hilang Terlewat

Related Articles

Back to top button