slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

DBH Garut Menurun Drastis, Bupati Syakur Amin Usulkan Sumur Panas Bumi Baru ke Jakarta

GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut tengah berupaya untuk memaksimalkan potensi energi panas bumi demi memperbaiki kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan signifikan. Dalam beberapa tahun terakhir, angka Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima Garut menunjukkan tren menurun, dan tindakan cepat diperlukan untuk mengatasi situasi ini.

Penyusutan Dana Bagi Hasil (DBH)

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengungkapkan bahwa untuk tahun 2026, DBH yang diterima oleh Kabupaten Garut diperkirakan akan mengalami penurunan drastis menjadi Rp56 miliar, turun dari Rp116 miliar di tahun sebelumnya. Menyikapi kondisi yang memprihatinkan ini, Bupati Syakur telah melakukan pertemuan dengan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mendiskusikan percepatan operasional titik-titik panas bumi. Dia menekankan pentingnya penambahan sumur bor baru di wilayah Kamojang, yang diproyeksikan dapat menambah kapasitas hingga 55 Mega Watt (MW).

Fokus pada Potensi Energi

Bupati Syakur menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah pada langkah-langkah konkret yang dapat diambil untuk mempercepat pengoperasian sumur-sumur panas bumi. “Kami berharap agar dalam waktu dekat, sumur-sumur tersebut dapat segera beroperasi, sehingga dapat meningkatkan Transfer ke Daerah (TKD) dan pada gilirannya meningkatkan DBH kami,” terang Abdusy Syakur saat berbincang dengan wartawan di Pendopo Garut.

Potensi Energi Panas Bumi Garut

Wilayah Kabupaten Garut memang dikenal memiliki potensi besar dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Beberapa daerah dengan potensi tersebut antara lain Kamojang, Papandayan, dan Karaha. Keberadaan sumber daya ini diharapkan bisa memberikan keuntungan yang signifikan bagi masyarakat dan daerah.

Manfaat bagi Masyarakat

“Potensi panas bumi yang ada harus dimanfaatkan secara optimal untuk memberi manfaat bagi Kabupaten Garut. Kami terus berusaha mendorong pengembangan sumur baru agar pendapatan dari DBH dapat meningkat,” ungkapnya. Dalam hal ini, Bupati Syakur sangat menekankan pentingnya pemanfaatan potensi yang ada, khususnya di bidang energi panas bumi.

Langkah Strategis ke Depan

Sejalan dengan upaya pengembangan potensi panas bumi, Bupati Syakur telah bertemu langsung dengan pihak Kementerian ESDM di Jakarta. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas langkah-langkah konkret yang bisa diambil untuk mempercepat pengembangan sumber daya energi ini. Dalam waktu dekat, rencana penambahan sumur bor baru di kawasan Kamojang diharapkan dapat direalisasikan, dengan kapasitas yang ditargetkan mencapai 55 MW.

Rencana Jangka Panjang

Selain fokus pada Kamojang, Bupati Syakur juga mempertimbangkan pengembangan kawasan Gunung Papandayan sebagai bagian dari rencana jangka panjang. Namun, ia menyadari bahwa pemanfaatan kawasan tersebut mungkin akan memakan waktu yang cukup lama, bisa mencapai sepuluh tahun ke depan.

Peluang di Kawasan Karaha

Di samping Kamojang, kawasan Karaha juga memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan panas bumi dengan kapasitas yang bisa mencapai 20 MW. Bupati Syakur melihat hal ini sebagai peluang yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan DBH Kabupaten Garut.

Pentingnya DBH untuk Pembangunan Daerah

“Yang saya fokuskan adalah potensi jangka pendek, sementara untuk Papandayan masih dalam tahap awal dan belum dapat dipastikan. Namun, yang perlu dicatat adalah Garut saat ini berkontribusi lebih dari 500 MW,” jelasnya. Saat ini, DBH untuk Garut di tahun 2026 diprediksi hanya akan mencapai Rp56 miliar, yang merupakan penurunan signifikan dibandingkan dengan Rp116 miliar pada tahun sebelumnya.

Harapan untuk Masa Depan

Bupati Syakur berharap agar ke depan tidak ada lagi pengurangan dalam DBH yang diterima, melainkan sebaliknya, diharapkan dapat meningkat. DBH ini memiliki peranan penting dalam pembangunan daerah, terutama untuk memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar area sumur panas bumi.

Strategi untuk Meningkatkan DBH

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah harus bisa menjalin kerjasama yang baik dengan pihak-pihak terkait, termasuk Kementerian ESDM. Beberapa langkah strategis yang bisa diambil antara lain:

  • Pengembangan sumur bor baru di area dengan potensi tinggi.
  • Peningkatan kapasitas operasional sumber daya energi yang sudah ada.
  • Pemanfaatan teknologi baru dalam eksplorasi dan pengembangan panas bumi.
  • Peningkatan kerjasama dengan investor dan perusahaan energi.
  • Program sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat energi panas bumi.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Kabupaten Garut dapat memaksimalkan potensi panas buminya dan mengubah tantangan yang ada menjadi peluang untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di masa depan.

➡️ Baca Juga: Gaji ke-13 ASN Segera Cair Tanpa Potongan, Inilah Besaran dan Rinciannya yang Perlu Diketahui

➡️ Baca Juga: Demo Mendesak Pengungkapan Kasus Kuningan Caang – Tonton Video Ini

Related Articles

Back to top button