Waspada Penipuan Penerimaan Mahasiswa Baru di UI: Kampus Ungkap Modus Ordal yang Menyesatkan

Jakarta – Menjelang pembukaan seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk tahun akademik 2027/2028, risiko penipuan yang menargetkan calon mahasiswa beserta orang tua mereka semakin meningkat. Dalam menanggapi situasi ini, Universitas Indonesia (UI) mengeluarkan peringatan serius kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai praktik penipuan yang mengatasnamakan institusi atau pimpinan kampus. Dr. Erwin Agustian Panigoro, M.M., selaku Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, menegaskan bahwa kampus kuning ini tidak akan pernah menoleransi segala bentuk kecurangan. Proses seleksi dirancang dengan ketat untuk menjamin keadilan bagi semua pendaftar.
“UI berkomitmen untuk melaksanakan proses seleksi yang adil, transparan, dan berdasarkan prestasi. Kelulusan setiap calon mahasiswa ditentukan semata-mata oleh hasil seleksi sesuai ketentuan pada masing-masing jalur penerimaan, sehingga seluruh calon memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung dengan UI,” ungkap Erwin dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa, 29 September 2026.
Fenomena Penipuan Melalui Modus ‘Orang Dalam’
Salah satu modus penipuan yang sering terjadi adalah janji kelulusan instan yang dikenal dengan istilah ‘orang dalam’ (ordal). Praktik ini biasanya menjanjikan kemudahan untuk diterima di UI tanpa melalui proses seleksi yang sebenarnya, dan seringkali menjerat korban yang tergiur dengan tawaran tersebut. Dr. Erwin menghimbau masyarakat untuk bersikap rasional dan tidak terjebak dalam tawaran-tawaran yang tidak nyata.
“Hindari mempercayai siapapun yang menawarkan kelulusan dengan imbalan tertentu, termasuk mereka yang mengklaim memiliki hubungan dekat dengan pimpinan UI atau pejabat. UI tidak pernah menunjuk individu atau lembaga mana pun untuk menjamin kelulusan calon mahasiswa,” tegas Erwin.
Panduan Pencegahan Penipuan
Untuk membantu calon mahasiswa baru terhindar dari penipuan, UI memberikan beberapa panduan pencegahan yang perlu diperhatikan:
- Akses Informasi Resmi: Selalu merujuk pada saluran informasi resmi UI melalui laman penerimaan.ui.ac.id dan akun media sosial resmi kampus. Informasi terkait jalur seleksi, jadwal, persyaratan, dan biaya pendidikan hanya dapat diakses melalui sumber resmi tersebut.
- Pembayaran yang Transparan: Pastikan melakukan pembayaran hanya melalui mekanisme resmi yang tertera di laman penerimaan UI. UI tidak pernah meminta pembayaran melalui rekening pribadi dalam bentuk apapun.
- Lapor Tindak Kecurangan: Jika menerima tawaran atau permintaan dana mencurigakan yang menggunakan nama UI, segera laporkan. Pelaporan dapat dilakukan melalui email sipp@ui.ac.id, WhatsApp di 081515000002, atau contact center resmi di 15000002.
- Ancaman Jalur Hukum: UI sangat menghargai perhatian masyarakat dalam menjaga integritas proses seleksi. Sekali lagi, kampus ini tidak akan segan-segan mengambil langkah hukum terhadap sindikat penipuan. UI berkomitmen untuk melaporkan pihak-pihak yang mencatut nama institusi demi kepentingan pribadi.
- Persiapan Diri: Dr. Erwin memberikan motivasi kepada calon mahasiswa untuk belajar dengan giat dan percaya pada kemampuan diri mereka. Ini adalah kunci untuk meraih kesempatan mendapatkan jaket kuning kebanggaan.
Menjaga Kepercayaan dan Integritas Proses Seleksi
Universitas Indonesia menekankan pentingnya menjaga kepercayaan dan integritas dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Setiap calon mahasiswa harus memahami bahwa proses seleksi di UI tidak hanya bertujuan untuk memilih yang terbaik, tetapi juga untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua pendaftar.
“Kami mengajak seluruh calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mempercayakan proses seleksi hanya melalui saluran resmi. Pintu UI terbuka bagi setiap anak bangsa yang berprestasi,” pungkas Erwin.
Pentingnya Edukasi untuk Masyarakat
Pendidikan mengenai modus penipuan ini juga sangat penting bagi masyarakat. Banyak calon mahasiswa dan orang tua yang tidak menyadari adanya praktik-praktik penipuan yang mengatasnamakan institusi pendidikan. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai jenis-jenis penipuan yang sering terjadi di dunia pendidikan harus terus dilakukan.
UI berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terkini kepada masyarakat, serta mendukung calon mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi seleksi. Proses ini adalah bagian dari peran universitas dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan terpercaya.
Peran Aktif Masyarakat dalam Melawan Penipuan
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam memerangi penipuan ini. Dengan meningkatkan kesadaran dan berbagi informasi yang benar, masyarakat dapat membantu melindungi diri mereka sendiri dan orang lain dari penipuan. Melaporkan setiap aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang adalah langkah yang tepat untuk menjaga integritas sistem pendidikan.
Dengan adanya kerjasama antara universitas, calon mahasiswa, dan masyarakat, diharapkan praktik penipuan dalam penerimaan mahasiswa baru dapat diminimalisir. UI akan terus berupaya untuk menciptakan proses seleksi yang adil dan transparan untuk semua calon mahasiswa.
Kesimpulan
Waspada terhadap penipuan penerimaan mahasiswa baru di UI merupakan tanggung jawab bersama. Melalui informasi yang jelas dan akurat serta upaya bersama dalam melaporkan setiap tindak kecurangan, kita dapat menjaga integritas dunia pendidikan. Mari kita semua berperan aktif dalam mengedukasi diri dan orang lain untuk mencegah terjadinya penipuan yang merugikan.
➡️ Baca Juga: Kemarau Panjang Ancaman Pasokan Air, DPKP Cimahi Siapkan Langkah Antisipasi Efektif
➡️ Baca Juga: Indonesia Memperkuat Regulasi Perdagangan Karbon Hutan Melalui Permenhut 6/2026




