Telkom Luncurkan Feeding Spot Bekantan dan Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Tarakan

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi serta keterlibatan komunitas dan generasi muda dalam berbagai inisiatif pelestarian lingkungan. Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui program Bumi Berseru Fest. Program ini bertujuan untuk menyediakan solusi berbasis komunitas dalam menjaga keanekaragaman hayati dan keberlanjutan ekosistem, dengan fokus pada konservasi bekantan dan penanaman mangrove di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.
Pentingnya Kolaborasi dalam Pelestarian Lingkungan
Hery Susanto, perwakilan SGM Social Responsibility Telkom, menekankan bahwa kolaborasi dengan komunitas merupakan faktor kunci dalam menciptakan solusi pelestarian lingkungan yang efektif dan berkelanjutan. Menjaga kelestarian lingkungan memerlukan partisipasi dari berbagai pihak, terutama generasi muda yang dikenal memiliki kepedulian yang tinggi serta ide-ide inovatif.
“Melalui program Bumi Berseru Fest, Telkom berusaha menciptakan ruang kolaborasi bagi komunitas untuk menghadirkan solusi konkret dalam menjaga ekosistem, sembari meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan,” ungkap Hery dalam keterangan resmi pada 30 Maret.
Inisiatif Konservasi Melalui Program Bumi Berseru Fest
Salah satu inisiatif yang muncul dari program Bumi Berseru Fest 2025 adalah yang dijalankan oleh Association of Youth for Sustainability (AYS) Indonesia di Kota Tarakan. Mengingat kekhawatiran terhadap kondisi ekosistem mangrove yang semakin terancam oleh alih fungsi lahan, kerusakan habitat, serta rendahnya kesadaran masyarakat, komunitas ini meluncurkan program konservasi yang bertujuan untuk melindungi bekantan, satwa endemik Kalimantan, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.
Program ini mengadopsi pendekatan terintegrasi dengan sejumlah langkah strategis. Pada 19-21 Desember 2025, tim AYS bersama sukarelawan dari TelkomGroup membangun Feeding Spot Center, yang berfungsi sebagai area pemberian vitamin tambahan berupa pisang untuk bekantan. Selain itu, lokasi ini juga berperan sebagai sarana edukasi bagi wisatawan agar dapat mengenal satwa tersebut tanpa mengganggu habitat alaminya. Selanjutnya, pada 24 Januari 2026, AYS bersama para sukarelawan melakukan penanaman 1.000 bibit mangrove di Edu Park Kampung Empat untuk memperkuat sabuk hijau pesisir dan memitigasi kerusakan habitat.
Monitoring dan Penelitian Ekosistem
Selain kegiatan konservasi, program ini juga dilengkapi dengan pendekatan ilmiah melalui monitoring ekosistem. Pada 7 Januari 2026, tim berhasil mengidentifikasi 40 ekor bekantan dan memetakan 27 jenis mangrove yang ada di kawasan tersebut.
Temuan dari feeding spot menunjukkan perilaku unik bekantan yang cenderung bersifat individualis, namun akan membentuk kelompok saat menghadapi ancaman. Data ini kemudian digunakan untuk mengembangkan website edukasi yang berfungsi sebagai basis data digital bagi masyarakat serta mendukung program konservasi yang lebih kuat oleh pemerintah daerah.
Apresiasi Terhadap Dukungan Telkom
M. Abrar Putra Siregar, pendiri AYS Indonesia, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan Telkom melalui program Bumi Berseru Fest. “Kami sangat menghargai perhatian Telkom, karena hanya ada segelintir pihak yang memberikan perhatian besar pada isu ini. Program BBF sangat efektif dan strategis karena melibatkan komunitas lokal yang memahami kondisi lingkungan di lapangan,” ujarnya.
Keselarasan dengan Prinsip ESG dan SDGs
Inisiatif konservasi ini sejalan dengan implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom melalui program GoZero – Sustainability Action by Telkom Indonesia, khususnya pada pilar Environment, Save Our Planet yang fokus pada pelestarian keanekaragaman hayati dan perlindungan ekosistem. Upaya ini juga mendukung pencapaian United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-14 tentang Kehidupan di Bawah Laut dan tujuan ke-15 tentang Kehidupan di Darat.
Harapan untuk Masa Depan
Ke depan, rehabilitasi mangrove di Kalimantan Utara diharapkan dapat terus diperluas guna mengatasi masalah abrasi pesisir yang semakin meningkat. Melalui kolaborasi antara komunitas, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, langkah-langkah yang dimulai dari inisiatif lokal ini diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan konservasi yang lebih luas dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir untuk generasi mendatang.
Program Bumi Berseru Fest 2025: Kompetisi Inovasi Lingkungan
Program Bumi Berseru Fest 2025 merupakan kompetisi inovasi lingkungan yang mendorong masyarakat untuk menghadirkan solusi berkelanjutan. Tahun ini, kompetisi tersebut mencakup berbagai kategori inovasi, termasuk Eco Product dan Teknologi Hijau. Selain itu, program ini menyediakan dukungan pendanaan dan pendampingan bagi ide-ide terbaik yang memiliki dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
➡️ Baca Juga: Proyek BRT Dihentikan Sementara, Farhan Tegaskan Pembangunan Tidak Mencirikan PSN
➡️ Baca Juga: DPR Tindak Lanjuti Serangan Keras Terhadap Aktivis KontraS, Mafirion Minta Penegakan Hukum Tegas

