Dalam era pertanian modern, efisiensi dan produktivitas menjadi kunci utama untuk memenuhi kebutuhan pangan yang terus meningkat. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah penerapan sistem tabela, yaitu metode penanaman benih langsung yang mulai diperkenalkan di Kabupaten Tangerang. Dengan teknologi ini, diharapkan proses pertanian dapat lebih terintegrasi dan menghasilkan hasil yang lebih optimal.
Pengenalan Sistem Tabela
Sistem tabela atau tabur benih langsung merupakan inovasi yang diperkenalkan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya modernisasi sektor pertanian. Menurut Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, tujuan utama dari penerapan sistem ini adalah untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di daerah tersebut.
Dalam proses pengembangan sistem tabela, DPKP melakukan uji coba di lahan Demonstration Plot (Demplot) yang dikelola oleh Kelompok Tani Klebet Pabuaran di Desa Klebet, Kecamatan Kemiri. Uji coba ini bertujuan untuk mengoptimalkan budidaya pertanian lokal. “Kami memulai dengan penanaman padi sawah varietas Ciherang di area seluas satu hektare, berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Klebet dan Penyuluh Pertanian setempat,” tambahnya.
Implementasi Program Pertanian Mandiri
Penanaman padi melalui sistem tabela di area demplot merupakan bagian dari Program Pengembangan Desa Mandiri Pangan Tahun Anggaran (TA) 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan pangan di tingkat desa, serta mendorong petani untuk mengadopsi teknologi pertanian modern.
Lebih lanjut, penerapan Pertanian Modern-Advances Agricultural System (PM-AAS) menjadi salah satu pilar dari upaya ini. Dengan memanfaatkan teknologi alat tanam tabela, diharapkan efisiensi dalam bercocok tanam dapat meningkat secara signifikan. “Melalui sistem ini, petani bisa menghemat waktu, tenaga, dan biaya, sekaligus meningkatkan hasil produksi demi mewujudkan pertanian yang lebih berdaya saing,” jelas Ujang Sudiartono.
Manfaat Sistem Tabela untuk Petani
Sistem tabela menawarkan berbagai keuntungan bagi para petani, di antaranya:
- Mengurangi waktu persiapan lahan
- Meminimalisir penggunaan tenaga kerja
- Menekan biaya operasional
- Meningkatkan hasil panen
- Mendukung praktik pertanian berkelanjutan
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang, Abdul Munir, menyatakan bahwa demplot ini berfungsi sebagai model percontohan untuk budidaya pertanian yang baik bagi masyarakat dan kelompok tani. Hal ini penting dalam upaya mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan di daerah tersebut.
Perbandingan dengan Metode Tradisional
Penanaman padi dengan sistem tabela ini adalah yang pertama kali diterapkan di Kabupaten Tangerang. Sebelumnya, petani umumnya melakukan penanaman padi dengan metode tradisional, yang mengharuskan mereka menyemai benih selama 20 hari sebelum ditanam. “Dengan sistem tabela, benih hanya perlu direndam selama satu hari, setelah itu ditabur menggunakan teknologi alat tabur,” ungkap Abdul Munir.
Efisiensi waktu yang ditawarkan oleh sistem tabela terbukti signifikan. Selain menghemat waktu, sistem ini juga dapat memangkas biaya tanam secara drastis. DPKP Kabupaten Tangerang menargetkan peningkatan produktivitas panen hingga mencapai 10 ton per hektare melalui penerapan teknologi ini.
Rencana Pengembangan ke Depan
Ke depan, DPKP berencana untuk memperluas penerapan demplot padi dengan sistem tabela di berbagai desa lain yang terlibat dalam Program Mandiri Pangan TA 2026. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan dan dampak positif dari inovasi pertanian ini di wilayah Kabupaten Tangerang.
Dengan demikian, sistem tabela tidak hanya menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, tetapi juga berkontribusi pada kemandirian dan ketahanan pangan di tingkat lokal. Melalui kolaborasi antara DPKP, pemerintah desa, dan penyuluh pertanian, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Tangerang dapat berkembang lebih pesat dan berkelanjutan.
Dengan mengadopsi sistem tabela, petani di Tangerang diharapkan mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman dan teknologi yang terus berkembang. Ini bukan hanya tentang menghasilkan lebih banyak, tetapi juga tentang menghasilkan dengan cara yang lebih cerdas dan berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Prodi Tertentu Akan Ditutup, Komisi X DPR RI: Perguruan Tinggi Harus Tingkatkan Kualitas Pendidikan
➡️ Baca Juga: Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Italia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 1 April 2026
