— Paragraf 1 —
Jakarta – International Boxing Federation (IBF) mencabut gelar juara dunia kelas menengah (72,6 kg) Janibek Alimkhanuly akibat terbukti menggunakan zat terlarang atau doping berupa obat penambah performa.
— Paragraf 2 —
“Alimkhanuly dinyatakan positif menggunakan meldonium, zat terlarang, setelah pengujian pada pertengahan November 2025,” demikian laporan The Ring yang dipantau di Jakarta, Rabu.
— Paragraf 3 —
Penggunaan zat terlarang oleh Janibek diketahui setelah pengujian yang dilakukan oleh Voluntary Anti-Doping Association (VADA) menjelang pertarungan melawan Erislandy Lara pada November 2025.
— Paragraf 4 —
VADA menemukan sampel A Janibek mengandung modulator metabolik terlarang berupa Meldonium. Setelah penyelidikan lebih lanjut, sampel B juga mengonfirmasi temuan tersebut sehingga memperkuat bukti bahwa bahwa Janibek positif menggunakan zat terlarang.
— Paragraf 5 —
Menanggapi hasil tersebut, IBF kemudian mengambil langkah administratif terkait status gelar juara dunia kelas menengah yang dipegang Janibek. Sementara itu, otoritas tinju yang berwenang menjatuhkan sanksi larangan bertanding kepada Janibek yang berlaku surut mulai 2 Desember 2025.
— Paragraf 6 —
Larangan bertanding tersebut membuat Janibek tidak dapat memenuhi kewajiban mempertahankan gelar juara dunia IBF yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2026. Berdasarkan aturan organisasi, seorang juara dunia harus menjalani pertarungan wajib (mandatory defense) dalam periode waktu tertentu.
— Paragraf 7 —
Karena tidak dapat menjalankan kewajiban tersebut akibat sanksi yang sedang dijalani, IBF akhirnya memutuskan untuk mencabut gelar juara dunia kelas menengah milik Janibek agar sabuk tersebut tidak vakum terlalu lama dan divisi kelas 160 pon tetap berjalan dengan penantang baru.
— Paragraf 8 —
Janibek sendiri sebelumnya dikenal sebagai salah satu petinju kelas menengah yang sedang naik daun di dunia tinju profesional. Dia memiliki rekor tak terkalahkan dengan 17 kemenangan, termasuk 12 kemenangan melalui knockout (KO).
— Paragraf 9 —
Petinju Kazakhstan itu belum kembali naik ring sejak salah satu kemenangan terakhirnya atas petinju Kongo, Anauel Ngamissengue, sebelum kasus doping tersebut mencuat dan berdampak pada status gelar juara dunia yang sebelumnya dia pegang.
➡️ Baca Juga: 7 Game Simulasi Menarik untuk Ngabuburit Spesial Ramadan 2026 yang Wajib Dimainkan
➡️ Baca Juga: Pelatihan Guru dan Kepala Sekolah Tak Bakal Lagi Digelar Online