kpkgg
Daerah

Pasar Jadul Pangupo Jiwo Trenggalek Menarik Perhatian, Apa Faktor Keistimewaannya?

Pasar Jadul Pangupo Jiwo di Trenggalek, Jawa Timur, menarik perhatian banyak pengunjung, terutama pada hari Minggu. Lingkungan yang dikelilingi hutan pinus di kaki Gunung Wilis menjadi latar yang sempurna untuk pasar ini, yang mengusung konsep kuliner tradisional dengan nuansa Jawa tempo dulu.

Keunikan Pasar Jadul Pangupo Jiwo

Pasar ini berfungsi sebagai platform untuk mempromosikan produk lokal sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat setempat. Dengan menawarkan beragam makanan dan jajanan khas, pasar ini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga sebagai ruang berkumpul bagi masyarakat.

Dalam penyelenggaraan pasar ini, terdapat 14 lapak yang dikelola oleh 10 kelompok wanita tani (KWT) dan empat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kecamatan Bendungan. Menariknya, semua lapak tersebut habis terjual dalam waktu kurang dari dua jam setelah dibuka pada pukul 08.00 WIB.

Pengalaman Berbelanja yang Otentik

Pengunjung datang dari berbagai desa, bahkan dari luar daerah, untuk menikmati aneka kuliner yang disajikan dengan cara yang unik. Makanan dan jajanan tradisional disajikan menggunakan wadah alami seperti daun, gerabah, batok kelapa, dan gelas bambu, memberikan pengalaman belanja yang lebih mendalam dan otentik.

Selain itu, transaksi di pasar ini juga dirancang dengan cara yang memenuhi tema nostalgia, menggunakan alat tukar berupa gebog dan koin kuno. Hal ini semakin memperkuat suasana pasar yang mengingatkan kita pada masa lalu.

Inisiatif dan Kolaborasi

Pasar Jadul Pangupo Jiwo merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Bendungan dan kelompok-kelompok lokal. Indah Ayu Lestari, pendamping KWT Putri Wilis, menjelaskan bahwa pasar ini adalah yang ketiga sejak pertama kali dilaksanakan pada 2 Agustus lalu. Konsep yang diusung adalah perdagangan yang mengingatkan kita pada masa lalu, menciptakan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.

Inisiator pasar ini, Sujatmiko, yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Bendungan, menyatakan bahwa pasar ini bertujuan tidak hanya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, tetapi juga untuk melestarikan budaya lokal dan memperkuat semangat gotong royong. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini dalam menghidupkan ekonomi masyarakat dan menjaga warisan budaya.

Tagline yang Menggugah

Dengan tagline ‘nguri-uri budoyo, nguripi ekonomi ekonomi warga’ (melestarikan budaya, menghidupkan ekonomi masyarakat lokal), Sujatmiko berharap Pasar Jadul Pangupo Jiwo akan berkembang menjadi ikon pasar kuliner bergaya tempo dulu di Trenggalek. Ia optimis bahwa dengan dukungan yang tepat, pasar ini akan semakin dikenal dan diminati.

Perkembangan Pasar

Pelaksanaan perdana pasar ini pada 2 Agustus 2026 menunjukkan respon positif dari masyarakat. Dalam gelaran pertama, semua produk kuliner yang ditawarkan habis terjual dalam waktu kurang dari satu jam. Hal ini mendorong pihak penyelenggara untuk melakukan evaluasi dan mengembangkan pasar agar semakin menarik dan maksimal dalam setiap pelaksanaannya.

Pada gelaran kedua yang berlangsung pada 6 September 2026, pengelolaan pasar dilanjutkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Dompyong. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan serta peningkatan kualitas pasar di masa mendatang.

Kontribusi Mahasiswa dan Komunitas

Pelaksanaan pasar ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk mahasiswa KKN dari Universitas Brawijaya Malang dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Mereka berperan dalam memfasilitasi dan mendampingi pelaksanaan pasar, bersama dengan Paguyuban KWT Putri Wilis, serta pemerintah kecamatan dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bendungan.

  • Pasar ini digelar sebulan sekali setiap Minggu Legi menurut penanggalan Jawa.
  • Pengelolaan pasar melibatkan kelompok wanita tani dan UMKM lokal.
  • Transaksi menggunakan alat tukar tradisional untuk menambah nuansa jadul.
  • Pengunjung berasal dari berbagai daerah, menciptakan keragaman dalam event ini.
  • Respon masyarakat sangat positif, dengan produk yang ludes terjual dalam waktu singkat.

Dengan langkah-langkah yang terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik pasar, Pasar Jadul Pangupo Jiwo diharapkan dapat menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner yang tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga pengalaman budaya yang kaya bagi semua pengunjung.

➡️ Baca Juga: United MT1500 Li Memukau Pengunjung di BCA Expo 2026 dengan Inovasi Terbaru

➡️ Baca Juga: 9 Lokasi Berbuka Puasa di Makassar yang Ideal untuk Bersama Teman-Teman

Related Articles

Back to top button