Kemenkeu Yakin Ekonomi Tumbuh Meski Penutupan Terjadi di Selat Hormuz

Dalam suasana ketidakpastian global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, khususnya penutupan Selat Hormuz, banyak pihak mungkin merasa khawatir tentang masa depan ekonomi Indonesia. Namun, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Kacaribu, menyatakan optimisme yang kuat bahwa ekonomi Indonesia akan terus tumbuh. Dengan langkah-langkah strategis yang direncanakan, pemerintah berupaya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi meski ada tantangan yang dihadapi.
Strategi Belanja Pemerintah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Febrio Kacaribu menekankan pentingnya penerapan strategi belanja pemerintah yang merata sepanjang tahun. Dengan pendekatan ini, Kemenkeu berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan merata di seluruh kuartal.
“Kami ingin pertumbuhan ekonominya lebih seimbang sepanjang tahun, sehingga belanja negara kami rencanakan dengan lebih merata,” jelasnya dalam konferensi pers yang diadakan pada Maret 2026.
Realisasi Anggaran yang Lebih Cepat
Lebih lanjut, Kemenkeu berupaya untuk mempercepat realisasi anggaran belanja pemerintah. Dengan langkah ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat tetap terjaga, dan target peningkatan 5,4 persen secara tahunan hingga akhir 2026 dapat tercapai.
Hingga akhir Februari 2026, realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp493,8 triliun, yang merupakan 12,8 persen dari total target anggaran. Angka ini menunjukkan lonjakan yang signifikan, yakni 41,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penerimaan Pajak yang Meningkat
Febrio menambahkan bahwa sisi penerimaan pajak juga memberikan dukungan yang kuat untuk percepatan belanja. Penerimaan pajak tumbuh sebesar 30,4 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp245,1 triliun, yang mencakup 10,4 persen dari target yang ditetapkan hingga akhir Februari 2026.
“Kami optimis bahwa dengan pertumbuhan penerimaan pajak yang di atas 30 persen, kami dapat melakukan percepatan belanja,” ungkapnya.
Momentum Pertumbuhan yang Berkelanjutan
Melalui percepatan belanja ini, Kemenkeu berharap pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun 2026 dapat mencapai angka yang cukup kuat. Ini diharapkan dapat melanjutkan momentum pertumbuhan dari kuartal keempat tahun 2025 yang tercatat sebesar 5,39 persen yoy.
“Kami menargetkan pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2026 berada di kisaran 5,5 persen atau lebih, sehingga momentum ini dapat terus berlanjut,” tambah Febrio dengan penuh keyakinan.
Stimulus Ekonomi untuk Mendorong Aktivitas Sektor
Pemerintah juga telah merancang berbagai stimulus ekonomi untuk mendukung pergerakan ekonomi di dalam negeri, terutama menjelang periode libur Idul Fitri. Berbagai kebijakan ini ditujukan untuk mendorong daya beli masyarakat dan meningkatkan aktivitas ekonomi yang berpotensi terpengaruh oleh penutupan Selat Hormuz.
- Diskon tiket kereta api sebesar 30 persen
- Diskon tarif dasar tiket angkutan laut sebesar 30 persen
- Penghapusan tarif jasa pelabuhan untuk angkutan penyeberangan
- Diskon tiket pesawat
- Bantuan pangan berupa beras untuk masyarakat miskin
Bantuan Sosial untuk Meningkatkan Daya Beli
Febrio juga menjelaskan bahwa bantuan sosial berupa beras akan disalurkan kepada 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang tergolong dalam kelompok desil I hingga IV. Selain itu, Tunjangan Hari Raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) juga telah mencapai Rp24,7 triliun hingga 10 Maret 2026.
“Kami berharap penyaluran THR ini akan berkontribusi dalam meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, yang tentunya juga bagian dari upaya untuk meningkatkan belanja masyarakat di kuartal I 2026,” ujarnya.
Kesimpulan: Optimisme di Tengah Tantangan
Dengan berbagai langkah strategis yang direncanakan oleh Kemenkeu, pemerintah menunjukkan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi meskipun ada tantangan global. Melalui percepatan belanja, stimulus ekonomi, dan bantuan sosial, diharapkan perekonomian Indonesia dapat terus tumbuh dengan stabil dan berkelanjutan. Keberhasilan dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata akan sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
➡️ Baca Juga: Richard Lee Dipenjara, Dokter Richard Lee akan Mengadakan Syukuran
➡️ Baca Juga: Rencana Peresmian PLB Temajuk di Tahun 2026 Sebagai Gerbang Baru Indonesia-Malaysia di Sambas



