Libur Lebaran 2026, Kabupaten Kerinci Optimalkan Target 100 Ribu Wisatawan

Libur Lebaran 2026 menjadi momen penting bagi Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, yang menargetkan kedatangan sebanyak 100 ribu wisatawan ke berbagai objek wisata di daerah tersebut. Upaya ini merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan memaksimalkan potensi pariwisata di wilayah ini.
Target Kunjungan Wisatawan
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci, Jamal Penta Putra, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk memastikan kenyamanan pengunjung. “Kami menargetkan seratus ribu kunjungan selama periode libur Lebaran, dan telah melakukan berbagai persiapan agar masyarakat Kerinci serta wisatawan dari luar daerah merasa nyaman saat berkunjung,” ujarnya pada Senin, 23 Maret 2026.
Target kunjungan tersebut dihitung selama 12 hari, dimulai dari 22 Maret hingga 1 April 2026. Kunjungan ini mencakup empat lokasi wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah, menciptakan pengalaman yang menarik bagi para pengunjung.
Objek Wisata yang Dikelola
Empat lokasi wisata yang menjadi fokus dalam target kunjungan adalah:
- Danau Kerinci
- Air Panas Semurup
- Aroma Pecco Kayu Aro
- Air Terjun Telun Berasap
Masing-masing tempat tersebut menawarkan daya tarik tersendiri yang diharapkan dapat menarik perhatian wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah.
Pengelolaan Wisata yang Terintegrasi
Untuk mendukung pencapaian target kunjungan, pemerintah daerah melibatkan tim terpadu yang terdiri dari berbagai unsur. Tim ini bertugas memantau kondisi objek wisata agar tetap tertata dengan baik. Hal ini mencakup pengaturan lalu lintas, penyediaan area parkir, serta dukungan petugas yang siap membantu di setiap lokasi.
“Kami ingin memastikan bahwa semua berjalan sesuai rencana dan pengunjung merasa nyaman. Monitoring dilakukan di keempat objek wisata untuk memeriksa kesiapan dan kelancaran operasional,” tambah Penta.
Biaya Masuk dan Parkir
Selama libur Lebaran, pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp10.000 per orang untuk setiap objek wisata yang dikunjungi. Biaya ini telah disahkan dalam peraturan daerah Kabupaten Kerinci. Selain itu, tarif parkir juga telah ditetapkan, yaitu Rp4.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp3.000 untuk kendaraan roda dua.
Namun, terdapat beberapa laporan dari pengunjung mengenai ketidaksesuaian biaya yang dikenakan oleh petugas. Salah satu pengunjung air terjun Telun Berasap melaporkan bahwa mereka diminta membayar biaya parkir sebesar Rp5.000 dan Rp15.000 untuk tiket masuk, yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Respons terhadap Masalah Pengelolaan
Menanggapi keluhan tersebut, Penta menyatakan perlunya tindakan tegas dari pemerintah untuk menangani petugas yang tidak mematuhi aturan. “Kami khawatir hal ini akan mempengaruhi citra pemerintah jika masih ada pungutan liar di luar ketentuan yang ada,” ujarnya.
Pengunjung yang mengalami masalah tersebut berharap agar pemerintah segera mengambil langkah untuk menyelesaikan masalah ini. “Kami memahami bahwa biaya masuk dan parkir masih dalam batas wajar, tetapi praktik pungutan di luar ketentuan dapat merugikan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.
Informasi dari Petugas Lapangan
Petugas lapangan di lokasi air terjun menjelaskan bahwa pengunjung seharusnya menerima dua karcis terpisah: satu untuk biaya masuk sebesar Rp10.000 dan satu lagi tambahan sebesar Rp5.000 untuk jasa hiburan musik yang disediakan di dalam lokasi. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk transparansi lebih lanjut dalam pengelolaan biaya di objek wisata.
Persiapan untuk Meningkatkan Pengalaman Wisata
Menjelang libur Lebaran, pemerintah Kabupaten Kerinci terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan dan fasilitas di objek wisata. Dengan terlibatnya berbagai pihak dalam pengelolaan, diharapkan pengalaman wisata yang ditawarkan dapat memenuhi ekspektasi pengunjung.
Berbagai langkah telah diambil untuk memastikan bahwa setiap aspek dari kunjungan wisata berlangsung dengan baik. Ini termasuk perbaikan fasilitas, penataan lingkungan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lokasi-lokasi wisata.
Strategi Promosi Wisata
Pemerintah daerah juga merencanakan beberapa strategi promosi untuk menarik lebih banyak wisatawan. Ini mencakup kampanye media sosial, kerja sama dengan agen perjalanan, dan penyelenggaraan acara budaya lokal yang dapat menarik perhatian wisatawan.
Beberapa hal yang menjadi fokus dalam promosi wisata tersebut antara lain:
- Penggunaan media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas
- Kerja sama dengan influencer dan blogger perjalanan
- Penyelenggaraan festival budaya untuk menarik minat wisatawan
- Kegiatan promosi di berbagai pameran pariwisata
- Peningkatan kualitas konten informasi wisata di website resmi
Prospek Pariwisata di Kabupaten Kerinci
Dengan komitmen dan persiapan yang matang, Kabupaten Kerinci optimis dapat mencapai target kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026. Keberhasilan ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sektor pariwisata.
Selain itu, keberadaan objek wisata yang dikelola dengan baik akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi pengunjung. Dengan demikian, Kabupaten Kerinci bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jambi dan sekitarnya, menarik lebih banyak pengunjung di masa mendatang.
Secara keseluruhan, libur Lebaran 2026 merupakan peluang besar bagi Kabupaten Kerinci untuk menunjukkan potensi pariwisatanya. Dengan persiapan yang matang dan pengelolaan yang baik, target 100 ribu wisatawan bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.
➡️ Baca Juga: GoTo dan Kementerian Perhubungan Sediakan Program Mudik Gratis untuk Mitra Driver dan Keluarga
➡️ Baca Juga: Al-Aqsa Tetap Terkunci, Salat Tarawih dan I’tikaf Tidak Memperoleh Izin


