Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkuat daya saing hilirisasi industri agro nasional di pasar global. Salah satu langkah nyata dari komitmen ini adalah pelepasan ekspor perdana produk olahan kakao dan cokelat ke Prancis yang baru-baru ini dilakukan. Langkah ini tidak hanya memperluas akses produk kakao Indonesia, tetapi juga menunjukkan kemampuan industri pengolahan dalam negeri untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dan memiliki daya saing di pasar internasional.
Pelepasan Ekspor Perdana: Langkah Strategis untuk Pasar Global
Dalam sebuah acara yang berlangsung pada tanggal 18 April 2026, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa pelepasan ekspor perdana ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar bagi produk kakao dan cokelat Indonesia. Ia menekankan bahwa industri pengolahan dalam negeri tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga dapat menghasilkan produk bernilai tambah yang diakui secara global.
“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa industri pengolahan kakao Indonesia dapat bersaing dan memenuhi standar internasional,” ungkap Agus. Melalui ekspor ini, Indonesia menunjukkan bahwa produk kakao yang dihasilkan memiliki nilai tambah yang tinggi, yang merupakan bagian integral dari hilirisasi yang didorong oleh pemerintah.
Momentum Penting dalam Memperkuat Industri Pengolahan Pangan
Ekspor perdana ini dilakukan oleh PT Adore Rempah Indonesia (Adore), yang menandai momen penting dalam penetrasi produk olahan pangan Indonesia di pasar Eropa. Dengan meningkatnya kapasitas industri dalam negeri, produk olahan kakao dan cokelat Indonesia semakin memenuhi standar mutu yang diperlukan untuk bersaing di tingkat internasional.
Menteri Perindustrian berharap bahwa keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri agro lainnya. “Kami ingin memacu lebih banyak industri nasional untuk menembus pasar ekspor dengan produk hilir bernilai tambah, sehingga dapat memberikan kontribusi lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” tambahnya.
Komitmen Berkelanjutan PT Adore Rempah Indonesia
Sejak tahun 2022, PT Adore telah berkomitmen untuk menghadirkan produk olahan agro-industri berkualitas tinggi dari Indonesia ke pasar global dengan cara yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan ini berhasil meningkatkan skala usaha hampir dua kali lipat pada tahun 2023 dan kembali mengalami pertumbuhan dua kali lipat pada tahun 2024. Capaian pendapatan perusahaan bahkan telah melebihi total pendapatan sepanjang tahun sebelumnya dalam dua bulan pertama tahun 2025.
Setelah fokus pada produksi vanili, Adore mulai mengembangkan unit pengolahan kakao pada tahun 2025, menandakan diversifikasi produk yang semakin luas dan responsif terhadap permintaan pasar.
Mendorong Hilirisasi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Petani
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, Merrijantij Punguan Pintaria, menyatakan bahwa ekspor perdana olahan kakao ini merupakan bukti nyata dari penguatan hilirisasi industri kakao nasional. “Ekspor cocoa butter dan white chocolate ke Prancis menunjukkan bahwa industri pengolahan kakao Indonesia semakin mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi dan berdaya saing di pasar global,” jelasnya.
Dia juga menambahkan bahwa penguatan hilirisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan ekspor, tetapi juga memberikan efek berganda bagi sektor hulu, terutama bagi para petani kakao. “Kami terus mendorong adanya keterpaduan antara sektor hulu dan hilir untuk menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas, termasuk peningkatan kesejahteraan petani kakao,” tuturnya.
Memperkuat Rantai Pasok Kakao Lokal
Pelepasan ekspor ini mencerminkan kemampuan industri pengolahan kakao nasional dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi yang siap bersaing di pasar internasional, khususnya di Eropa. Dengan mengusung tagline “from local cacao farmers to the chef’s choice”, Adore berperan penting dalam menghubungkan petani kakao lokal dengan kebutuhan pasar global, termasuk para profesional kuliner dan pastry chef.
- Keberhasilan ekspor perdana menunjukkan daya saing produk kakao Indonesia.
- PT Adore berkomitmen untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi secara berkelanjutan.
- Hilirisasi industri kakao memberikan dampak positif bagi petani lokal.
- Kolaborasi antara sektor hulu dan hilir penting untuk menciptakan rantai pasok yang efektif.
- Pemerintah mendukung pertumbuhan ekspor melalui kebijakan dan fasilitasi yang tepat.
Peran Pemerintah dalam Mendorong Hilirisasi
Kemenperin berharap bahwa keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi pelaku industri lainnya dalam meningkatkan kualitas produk, inovasi, serta penetrasi pasar ekspor. Pemerintah berkomitmen untuk terus memberikan dukungan melalui kebijakan, fasilitasi, dan penguatan ekosistem industri guna mendorong pertumbuhan ekspor produk olahan kakao dan cokelat Indonesia.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk mendorong hilirisasi yang tidak hanya akan meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, industri kakao Indonesia diharapkan dapat bersaing di kancah internasional dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.
➡️ Baca Juga: Aksi Senggol Mobil di Tol Viral, Kenali Pentingnya Melapor Jual Kendaraan Anda
➡️ Baca Juga: Panduan Mengatur Keyboard iPhone untuk Meningkatkan Kecepatan dan Akurasi Mengetik
