kpkgg
Hiburan

Drake Memilih Tidak Daftarkan Karya untuk Grammy 2027 Setelah BTS dan Stray Kids

Jakarta – Dalam langkah yang mengejutkan, rapper terkenal Drake memutuskan untuk tidak mendaftarkan karyanya dalam Grammy Awards 2027. Keputusan ini muncul di tengah boikot yang sebelumnya diumumkan oleh dua grup K-pop besar, BTS dan Stray Kids, terhadap ajang penghargaan musik yang bergengsi tersebut. Drake, yang telah merilis tiga album pada tahun 2026, yaitu Iceman, Maid of Honor, dan Habibti, tidak mengajukan satu pun lagu dari ketiga album tersebut untuk dipertimbangkan. Laporan dari Billboard pada 7 Oktober 2026 mengonfirmasi bahwa tidak ada karya Drake yang didaftarkan untuk nominasi Grammy tahun depan.

Keputusan Drake dan Sejarahnya dengan Grammy

Keputusan Drake untuk tidak mengajukan karyanya bukanlah hal baru. Sebelumnya, rapper berusia 39 tahun ini juga memilih untuk tidak mendaftarkan beberapa album terkenalnya, termasuk More Life, Certified Lover Boy, dan Honestly, Nevermind. Hingga saat ini, Drake belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasannya untuk kembali tidak mengajukan karya ke Grammy Awards. Namun, ada spekulasi bahwa keputusan ini dipengaruhi oleh perseteruannya dengan Kendrick Lamar, terutama setelah lagu diss track “Not Like Us” yang ditujukan kepada Drake menjadi sorotan dalam nominasi Grammy 2025. Perseteruan ini juga berlanjut dengan Drake menggugat Universal Music Group (UMG) atas dukungan mereka terhadap perilisan lagu yang dianggapnya mencemarkan nama baik.

Pesan Terselubung dalam Musik

Sikap skeptis Drake terhadap Grammy bahkan tersirat dalam lirik lagu “Make Them Know”, yang merupakan trek penutup dari album Iceman. Dalam lirik tersebut, Drake mengekspresikan ketidakpuasannya dengan pernyataan, “This album, I’m never submittin’ it.” Pernyataan ini semakin memperkuat pendiriannya untuk tidak mengajukan karya-karya berikutnya ke ajang tersebut.

Boikot BTS dan Stray Kids

Keputusan Drake untuk tidak berpartisipasi dalam Grammy Awards 2027 juga bertepatan dengan boikot yang dilakukan oleh BTS dan Stray Kids. BTS, grup legendaris asal Korea Selatan, mengumumkan aksi boikot mereka sebagai bentuk protes terhadap kategori baru yang diperkenalkan, yaitu Asian Pop Music Performance. Mereka berpendapat bahwa kategori ini dapat menciptakan batasan bagi musisi Asia, terutama K-pop, dalam bersaing di kategori utama Grammy. BTS menegaskan bahwa musik seharusnya dinilai berdasarkan dampaknya, bukan berdasarkan asal wilayah atau bahasa yang digunakan.

Langkah Stray Kids

Stray Kids, yang juga merupakan grup K-pop terkemuka, mengikuti jejak BTS dengan memutuskan untuk tidak mengajukan karya dari album terbaru mereka untuk Grammy Awards 2027. Pada 2 Oktober 2026, mereka mengumumkan keputusan ini dengan harapan untuk mendukung prinsip yang sama, yaitu pentingnya penilaian musik yang adil dan tidak terbatasi oleh kategori yang mungkin diskriminatif.

Reaksi dari Recording Academy

Meskipun penolakan dari BTS dan Stray Kids, pihak Recording Academy tetap berkomitmen untuk melanjutkan kategori Asian Pop Music Performance dalam penyelenggaraan Grammy Awards 2027. CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr., menyatakan bahwa mereka telah menerima berbagai masukan dari komunitas musik terkait keputusan tersebut. Menurut Mason, masukan yang diterima beragam, dengan beberapa pihak menolak dan beberapa lainnya mendukung kategori tersebut.

  • Mason menekankan pentingnya mendengarkan suara dari berbagai anggota komunitas musik.
  • Dia mencatat bahwa ada banyak musisi yang mendukung keberadaan kategori ini.
  • Recording Academy berusaha untuk menciptakan ruang bagi semua genre musik.
  • Diskusi mengenai kategori ini telah menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana musik dinilai.
  • Masukan yang diterima dianggap sebagai kesempatan untuk meluruskan kesalahpahaman.

Pentingnya Dialog dalam Komunitas Musik

Dialog terbuka antara Recording Academy dan para musisi dianggap sangat penting untuk menciptakan suasana yang inklusif dalam industri musik. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan akan ada peningkatan dalam cara penghargaan diberikan, terutama kepada musisi dari berbagai latar belakang yang sering kali merasa terpinggirkan.

Pandangan Drake terhadap Penghargaan Musik

Sikap Drake terhadap Grammy mencerminkan lebih dari sekadar keputusan untuk tidak mendaftarkan karya. Ini adalah bagian dari pernyataan yang lebih besar tentang bagaimana penghargaan musik seharusnya dijalankan. Saat ini, banyak musisi yang merasakan ketidakpuasan terhadap cara penghargaan diberikan, dan Drake adalah salah satu suara terkuat dalam hal ini.

Menjadi Suara untuk Musisi Lain

Dengan tidak mendaftarkan karyanya, Drake berupaya untuk mengingatkan dunia bahwa musik harus dinilai berdasarkan merit dan dampaknya, bukan sekadar kategori yang mungkin membatasi. Ia menjadi suara bagi banyak musisi yang merasa tidak terwakili dalam sistem penghargaan yang ada saat ini.

Implikasi Keputusan Drake

Keputusan Drake untuk tidak berpartisipasi dalam Grammy Awards 2027 dapat memiliki dampak yang signifikan. Ini bisa jadi memicu diskusi yang lebih luas tentang bagaimana penghargaan musik berfungsi dan siapa yang diuntungkan dari sistem yang ada. Dengan semakin banyaknya musisi yang memilih untuk tidak berpartisipasi, Recording Academy mungkin perlu mengevaluasi kembali pendekatan mereka.

Perubahan dalam Industri Musik

Melihat tren ini, industri musik mungkin perlu beradaptasi dengan perubahan yang diinginkan oleh para artis. Banyak musisi yang sekarang lebih memilih untuk membangun karier mereka di luar penghargaan tradisional, menggunakan platform digital dan media sosial untuk menjangkau penggemar mereka secara langsung.

Melihat Masa Depan Grammy

Dengan semua perubahan ini, masa depan Grammy Awards mungkin tidak akan sama lagi. Jika boikot ini terus berlanjut, Recording Academy harus memikirkan kembali format dan kategori yang ada agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan harapan musisi saat ini. Ini adalah tantangan yang tidak hanya dihadapi oleh Grammy, tetapi juga oleh semua ajang penghargaan di industri musik.

Kemungkinan Kesepakatan di Masa Depan

Namun, tetap ada harapan bahwa dialog yang terbuka dan konstruktif dapat menghasilkan kesepakatan yang lebih baik bagi musisi. Jika Recording Academy bersedia untuk menanggapi masukan dari para artis, ada kemungkinan bahwa mereka dapat menciptakan sistem evaluasi yang lebih adil dan inklusif. Dengan demikian, penghargaan musik dapat kembali menjadi sebuah perayaan yang sesungguhnya bagi semua genre dan budaya.

Dalam perkembangan terbaru ini, keputusan Drake untuk tidak mendaftarkan karyanya ke Grammy Awards 2027 menjadi bagian dari narasi yang lebih besar dalam industri musik. Saat dunia terus berubah, mungkin sudah saatnya bagi penghargaan musik untuk mengikuti jejak perubahan tersebut dan menjadi lebih relevan bagi generasi musisi yang akan datang.

➡️ Baca Juga: vivo T5 dan T5 Pro 5G Resmi Diluncurkan di Indonesia: Cek Harga dan Spesifikasinya

➡️ Baca Juga: PT KAI dan Pemprov Bali Sepakati Strategi Pengembangan Kereta Api yang Efektif

Related Articles

Back to top button