Rencana Peresmian PLB Temajuk di Tahun 2026 Sebagai Gerbang Baru Indonesia-Malaysia di Sambas

Pada tahun 2026, Indonesia akan membuka pintu baru bagi hubungan bilateral dengan Malaysia. Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Republik Indonesia telah menetapkan tengah tahun 2026 sebagai waktu peresmian Pos Lintas Batas (PLB) Temajuk yang berada di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. PLB ini akan menjadi titik hubungan baru antara Indonesia dan Malaysia, mempererat konektivitas dan meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan. Sekretaris BNPP RI, Makhruzi Rahman, telah mengunjungi kawasan tersebut pada Rabu (4/3/2026) untuk memantau kesiapan operasionalnya.
Perencanaan Peresmian PLB Temajuk dan Tantangan dalam Pengembangan Infrastruktur
Menurut Makhruzi Rahman, peresmian PLB Temajuk harus ditunda hingga pembangunan jalan akses ke kawasan tersebut selesai. “Kami berharap dapat meresmikan PLB Temajuk pada pertengahan tahun 2026, setelah penyelesaian pembangunan jalan di Temajuk,” ujarnya pada Selasa (10/3/2026).
Saat ini, Balai Jalan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang melakukan perbaikan pada ruas jalan Teluk Atong–Temajuk sepanjang 1,3 kilometer. Penyelesaian jalan akses ini sangat penting untuk memastikan mobilitas masyarakat, petugas, dan aktivitas logistik ke kawasan PLB dapat berjalan dengan lancar.
Kondisi Fisik PLB Temajuk dan Fasilitas Pendukung
Walaupun pembangunan fisik PLB Temajuk telah selesai sepenuhnya, Makhruzi menjelaskan bahwa masih ada beberapa pekerjaan pendukung yang perlu diselesaikan sebelum operasional dimulai. Fasilitas pendukung ini termasuk penataan lingkungan pabean seperti pembangunan pagar, relokasi Pos Pengendalian Penduduk (Dalduk) Satuan Tugas Pengamanan Terbatas (Satgas Pamtas), dan pembongkaran pos lama milik Bea Cukai.
“Kesiapan fasilitas pendukung tersebut sangat penting untuk memastikan operasional PLB berjalan dengan baik dan sesuai standar pelayanan lintas batas negara,” ujar Makhruzi. Setelah pembangunan akses jalan selesai, jalur perlintasan RI-Malaysia (Temajuk–Telok Melano) akan dibuka kembali, sesuai kesepakatan dalam Border Crossing Agreement (BCA) 2023 antara Indonesia dan Malaysia.
“Pembukaan kembali jalur Temajuk–Telok Melano akan mempermudah mobilitas masyarakat perbatasan melalui jalur resmi,” ungkap Makhruzi. Fasilitas pelayanan di kawasan PLB Temajuk juga telah disiapkan untuk mendukung operasional instansi terkait, seperti layanan keimigrasian, kepabeanan, dan kekarantinaan yang mencakup kesehatan dan karantina hewan atau tumbuhan. BNPP RI juga berencana untuk memfasilitasi pergerakan personel lintas instansi serta mengelola PLB Temajuk sebagai Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dengan tipologi D.
Dorongan untuk Pengembangan Wilayah Perbatasan
Selain memantau kesiapan PLB, kunjungan Makhruzi ke Sambas juga bertujuan untuk mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas dalam menyiapkan lahan untuk pembangunan Universitas Pertahanan (Unhan) oleh Kementerian Pertahanan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen BNPP dalam mendukung pengembangan wilayah perbatasan.
➡️ Baca Juga: Mengungkap Alasan Timothée Chalamet Dikritik oleh Komunitas Opera dan Balet
➡️ Baca Juga: Donny Fattah: Profil dan Peran Penting Sebagai Bassis God Bless dan Pionir Rock Indonesia



