kpkgg
Daerah

Bulog Yogyakarta Menyerap 212.612 Ton Gabah dan Beras, Melebihi Target yang Ditetapkan

Yogyakarta telah mencatatkan prestasi yang mengesankan dalam penyerapan gabah dan beras oleh Perum Bulog Kantor Wilayah Yogyakarta. Hingga tanggal 8 Oktober 2026, total penyerapan mencapai 212.612 ton setara beras, angka ini melampaui target tahunan yang telah ditetapkan, yaitu 195.919 ton setara beras. Capaian ini tidak hanya menunjukkan kinerja yang baik dari Bulog, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.

Pencapaian Luar Biasa Bulog Yogyakarta

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, mengungkapkan bahwa realisasi penyerapan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan di daerah. Dengan pencapaian yang mencapai 108,52 persen dari target, Bulog berkomitmen untuk terus melanjutkan penyerapan hingga akhir tahun. Hal ini bertujuan agar hasil panen dari petani dapat terserap secara optimal, memberikan manfaat bagi para petani serta masyarakat luas.

Dedi menjelaskan lebih lanjut, “Di wilayah Kanwil Yogyakarta, kami bersyukur dapat berkontribusi dengan merealisasikan penyerapan sebesar 212.612 ton setara beras atau 108,52 persen dari target, per 8 Oktober 2026.” Pernyataan ini mencerminkan kebanggaan dan komitmen Bulog dalam mengelola hasil pertanian yang ada.

Strategi untuk Mempertahankan Kinerja

Untuk menjaga kinerja penyerapan yang terus meningkat, Bulog akan menerapkan berbagai strategi. Ini meliputi kolaborasi dengan berbagai pihak, inovasi dalam operasional, serta penguatan kegiatan dari hulu hingga hilir. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pasokan dan mendukung upaya pemerintah dalam mencapai swasembada pangan.

  • Kolaborasi dengan kementerian terkait
  • Inovasi dalam proses penyerapan
  • Peningkatan kegiatan operasional
  • Dukungan dari pemerintah daerah
  • Penguatan hubungan dengan petani

Dedi menekankan pentingnya komitmen Bulog untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan. Ia menambahkan, setiap hasil kerja petani harus menjadi bagian integral dari kekuatan pangan nasional.

Peran Bulog dalam Ketahanan Pangan Nasional

Kontribusi Bulog Yogyakarta tidak hanya berdampak pada daerah, tetapi juga mendukung pencapaian pengadaan pangan secara nasional. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan Public Service Obligation (PSO) nasional mencapai 4.115.014 ton setara beras, yang setara dengan 102,88 persen dari target yang ditetapkan pemerintah sebesar empat juta ton.

Prestasi ini mengungguli pengadaan yang terjadi sepanjang tahun 2025, yang tercatat sebesar 3.191.969 ton setara beras. Tahun ini, capaian Bulog menjadi yang tertinggi dalam sejarah, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 2012 dengan angka 3,65 juta ton.

Dukungan dari Berbagai Pihak

Dedi menekankan bahwa capaian ini bukan hanya sekadar angka, melainkan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan semangat dari seluruh insan Bulog. Mereka secara langsung terjun ke lapangan untuk mendampingi petani dan memastikan hasil panen terserap dengan baik. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan kerja sama yang solid antara berbagai pihak, termasuk kementerian terkait, pemerintah pusat dan daerah, petani, penyuluh, serta mitra penggilingan.

  • Kerja sama dengan kementerian terkait
  • Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah
  • Kolaborasi dengan petani
  • Penyuluhan pertanian yang efektif
  • Sinergi dengan mitra penggilingan

Sinergi ini sangat penting untuk memperkuat ekosistem pangan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Dedi berharap pencapaian ini akan memberikan energi bagi Kanwil Yogyakarta untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Menjelang Tahun Ke Dua Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto

Rekor pengadaan pangan nasional yang dicapai oleh Bulog menjadi salah satu pencapaian penting menjelang dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kinerja Bulog ini memperkuat peran strategis yang diemban dalam menjalankan tiga pilar ketahanan pangan nasional, yaitu menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.

Dengan pengadaan yang kuat di tingkat hulu, pemerintah memiliki fondasi stok yang semakin kokoh untuk mendukung berbagai program stabilisasi dan penyaluran pangan kepada masyarakat. Hal ini sangat penting untuk memastikan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keberhasilan Bulog Yogyakarta dalam menyerap gabah dan beras menjadi cerminan dari komitmen dan dedikasi dalam mendukung ketahanan pangan. Dengan langkah-langkah strategis yang diambil, Bulog tidak hanya berperan sebagai lembaga penyerapan hasil pertanian, tetapi juga sebagai pilar utama dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia secara keseluruhan.

➡️ Baca Juga: Perjanjian Kerja Bersama Perlu Pengawasan, Tantangan Utama Ada pada Implementasi

➡️ Baca Juga: Kode Redeem ML 3 September 2026: Klaim Hadiah Gratis Sebelum Kuota Habis

Related Articles

Back to top button