kpkgg
Megapolitan

Benyamin S Award 2026: 10 Lurah Finalis Tampilkan Inovasi Unggulan di Wilayah

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan tahap penjurian final untuk ajang Benyamin S Award 2026. Sebanyak sepuluh lurah terpilih dari enam wilayah administrasi berpartisipasi dalam penghargaan yang bertujuan meningkatkan kinerja pemerintahan kelurahan melalui inovasi, penataan lingkungan, dan partisipasi masyarakat. Dalam pelaksanaan tahun kedua ini, Benyamin S Award berfokus pada upaya untuk mendorong setiap kelurahan menghasilkan solusi kreatif yang bermanfaat bagi warga.

Tujuan dan Harapan dari Benyamin S Award

Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap usaha lurah dalam memperbaiki kualitas lingkungan serta pelayanan kepada masyarakat. Diharapkan, Benyamin S Award akan memacu setiap kelurahan untuk menghadirkan inovasi yang nyata dan bermanfaat bagi warga.

“Benyamin S Award adalah penghargaan yang diberikan atas prestasi, pencapaian, dan dedikasi lurah dalam mengelola pemerintahan, sehingga Jakarta dapat menjadi daerah yang lebih Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera,” ungkap Sigit.

Proses Seleksi dan Penjurian

Untuk ajang penghargaan pada tahun 2026, sebanyak 52 lurah dari total 267 kelurahan di DKI Jakarta mengikuti proses seleksi yang dimulai pada bulan September. Setelah serangkaian penilaian yang ketat, jumlah peserta disaring menjadi 25 lurah, yang kemudian terpilih 10 finalis untuk melanjutkan ke tahap akhir.

Daftar Finalis

Kesepuluh lurah yang terpilih sebagai finalis adalah:

  • Lurah Kebon Sirih
  • Kelapa Gading Timur
  • Srengseng
  • Sukabumi Utara
  • Taman Sari
  • Kebon Baru
  • Cilandak Barat
  • Utan Kayu Selatan
  • Malaka Sari
  • Pulau Panggang

Mereka dinilai berdasarkan berbagai program inovatif serta upaya pengembangan wilayah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Kategori Penilaian dalam Benyamin S Award

Penilaian untuk Benyamin S Award 2026 mencakup empat kategori utama: Bersih, Nyaman, Indah, dan Sejahtera. Kategori-kategori ini menjadi tolak ukur dalam menilai kemampuan kelurahan dalam mengelola lingkungan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendorong kesejahteraan warga.

Kategori Bersih

Kategori Bersih fokus pada inovasi dalam pengelolaan sampah, sanitasi, serta kampanye kesadaran lingkungan. Penerapan langkah-langkah yang efektif di bidang ini sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.

Kategori Nyaman

Sementara itu, kategori Nyaman mencakup aspek keamanan, keteraturan wilayah, respons pelayanan publik, serta penyediaan ruang publik yang ramah bagi masyarakat. Ketersediaan ruang yang nyaman dan aman akan mendukung kualitas hidup warga.

Kategori Indah

Kategori Indah menilai upaya dalam penataan ruang publik dan estetika lingkungan. Hal ini bertujuan agar kawasan permukiman menjadi lebih tertata dan menarik untuk dihuni.

Kategori Sejahtera

Terakhir, kategori Sejahtera berfokus pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), layanan sosial, inklusi sosial, dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan wilayah. Kesejahteraan masyarakat merupakan hal yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Tim Juri dan Proses Penilaian

Proses penjurian final dihadiri oleh empat juri yang memiliki latar belakang di berbagai bidang keahlian. Mereka terdiri dari Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, Ketua Umum Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Lingkungan Indonesia, Endra S. Atmawidjaja, Dewan Pembina Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI), Wicaksono Sarosa, serta pengamat tata kota, Yayat Supriyatna.

Festival Kelurahan: Menampilkan Potensi Wilayah

Selain penilaian yang dilakukan oleh dewan juri, para finalis juga memiliki tantangan untuk menyelenggarakan Festival Kelurahan. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan potensi wilayah dan program unggulan dari masing-masing kelurahan. Festival ini tidak hanya menjadi ajang unjuk inovasi, tetapi juga mengukur sejauh mana masyarakat terlibat dalam mendukung pembangunan di tingkat kelurahan.

Pentingnya Partisipasi Warga

Sigit menekankan bahwa partisipasi warga sangatlah penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat membantu mengidentifikasi masalah lingkungan, memperkuat semangat gotong royong, dan menghasilkan solusi kreatif untuk tantangan perkotaan.

“Sinergi di tingkat akar rumput adalah dasar untuk memahami masalah, membangun semangat gotong royong, dan menumbuhkan kreativitas warga dalam menciptakan inovasi menghadapi tantangan perkotaan. Ini adalah modal sosial yang menjadi fondasi utama bagi ketahanan dan keberlanjutan kota,” jelasnya.

Transformasi Jakarta Menuju Kota Global

Sigit menambahkan bahwa penguatan peran kelurahan juga merupakan bagian dari strategi untuk mendukung transformasi Jakarta menjadi pusat perekonomian nasional dan kota global. Hal ini memerlukan koordinasi antara perangkat daerah, kolaborasi dengan masyarakat, serta pengembangan inovasi yang tetap memperhatikan karakteristik budaya lokal.

Inspirasi di Balik Benyamin S Award

Nama Benyamin S Award diambil dari almarhum Benyamin Sueb, seorang seniman dan budayawan Betawi yang dikenal melalui berbagai karya di bidang seni dan hiburan. Penggunaan nama ini merupakan bentuk penghormatan terhadap tokoh budaya yang telah memberikan warna terhadap identitas Jakarta.

Dengan penyelenggaraan Benyamin S Award 2026, diharapkan setiap kelurahan akan semakin termotivasi untuk berinovasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sehingga tercipta Jakarta yang lebih baik dan berkelanjutan.

➡️ Baca Juga: NTT Sediakan 70 Posko Pengungsian, Fokuskan Logistik untuk Kelompok Rentan

➡️ Baca Juga: Bea Cukai Tindak Tegas Impor Ilegal Beras, Garam, dan Pakaian Bekas di Indonesia

Related Articles

Back to top button