slot depo 10k
Bahlil LahadaliaBeasiswaBeritaPartai GolkarPendidikanSantriTOEFL

Bahlil Lahadalia Tegaskan Perlunya Kebijakan Beasiswa LPDP yang Adil untuk Santri dan Masyarakat Kurang Mampu

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengemukakan kritik yang tajam terhadap Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengenai persyaratan yang ditetapkan untuk program beasiswa. Ia menunjukkan bahwa syarat TOEFL yang tinggi, antara 700 hingga 800, hanya menguntungkan segmen masyarakat yang mampu, sehingga mengabaikan anak-anak dari keluarga kurang mampu serta santri. Pernyataan tersebut diungkapkan Bahlil di Pondok Pesantren Azzainiyyah, Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu malam, 8 Maret 2026.

Bahlil secara tegas mengekspresikan ketidaksetujuannya terhadap standar yang ditetapkan oleh LPDP. “Jangan dipatok syarat bahasa Inggris TOEFL 700 atau 800, itu hanya akan menguntungkan orang-orang kaya,” ujarnya. Dia menegaskan bahwa kriteria tersebut secara tidak langsung membatasi akses beasiswa bagi individu dari latar belakang ekonomi yang lebih rendah, yang mungkin tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti kursus persiapan TOEFL yang mahal.

Dalam konteks ini, Bahlil menekankan komitmen Partai Golkar dalam mendorong pemerintah untuk memperhatikan hak-hak seluruh anak bangsa. Dia menekankan pentingnya LPDP untuk memberikan alokasi beasiswa yang lebih berimbang bagi santri, bukan hanya berfokus pada siswa dari sekolah umum. “Kualitas pendidikan di pesantren belum tentu kalah dibandingkan dengan sekolah-sekolah umum yang ada saat ini,” tambahnya, menunjukkan pandangannya bahwa semua bentuk pendidikan memiliki nilai yang sama.

Ia juga menegaskan bahwa kualitas individu tidak selalu ditentukan oleh jenis sekolah yang diikuti. “Saya percaya bahwa sekolah bukanlah penentu kualitas seseorang. Yang menentukan kualitas itu adalah usaha dan kemampuan individu itu sendiri,” ujar Bahlil, menggarisbawahi keyakinannya.

Bahlil percaya bahwa anak-anak yang menempuh pendidikan di pesantren memiliki kualitas yang sebanding, bahkan mungkin lebih baik, dibandingkan dengan siswa di sekolah umum. Namun, dia merasakan bahwa LPDP selama ini belum memberikan perhatian yang cukup kepada kalangan santri. “Kita perlu terus memperjuangkan isu ini agar dapat diambil keputusan yang adil, karena mereka juga merupakan bagian dari anak bangsa,” imbuhnya, meminta agar perhatian terhadap masalah ini tidak terputus.

Pernyataan lengkap mengenai kritik terhadap kebijakan LPDP ini disampaikan oleh Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers yang diadakan pada Minggu, 8 Maret 2026.

➡️ Baca Juga: Borneo FC Siap Pertahankan Kemenangan Spesial di HUT Ke-12 Melawan Persebaya Surabaya

➡️ Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Dorong Pemda Percepat Belanja APBD untuk Tingkatkan Ekonomi Nasional

Related Articles

Back to top button