Lippo Dedikasikan Lahan 31 Ha Senilai Rp6,2 Triliun untuk Program 3 Juta Rumah

Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah, Lippo Group melalui pendirinya, Mochtar Riady, telah menyerahkan hibah lahan seluas 31,3 hektare di Meikarta, Cikarang, Bekasi. Tujuan hibah ini adalah untuk memfasilitasi pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Lahan hibah ini, yang nilainya diperkirakan mencapai Rp6,2 triliun, akan digunakan untuk membangun apartemen subsidi yang menjadi bagian integral dari program 3 juta rumah yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Penyerahan hibah lahan ini dilakukan oleh Mochtar Riady kepada Rosan Roeslani, Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Penyerahan ini disaksikan oleh beberapa petinggi pemerintah, termasuk Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satgas Perumahan dan Utusan Khusus Presiden, serta Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Groundbreaking pembangunan apartemen ini dilakukan di Meikarta, Cikarang, Bekasi, pada hari Minggu, 8 Maret 2026.
Pengerjaan Pembangunan
Rosan Roeslani, CEO Danantara, menjelaskan bahwa lahan hibah ini akan digunakan untuk membangun kawasan apartemen subsidi. Kawasan ini akan ditempati oleh puluhan menara hunian. Secara total, proyek ini direncanakan terdiri dari 51 hingga 52 tower apartemen, dengan total hunian mencapai sekitar 126 ribu unit. Roeslani menambahkan, “Pembangunan akan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase. Proyek ini ditargetkan selesai pada 17 Agustus 2028.”
Pada tahap pertama, pembangunan diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp14 triliun hingga Rp16 triliun. Danantara berkomitmen untuk memberikan dukungan pembiayaan penuh terhadap proyek ini. Menurut Roeslani, pembangunan rusun dalam jumlah besar dalam satu kawasan seperti ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan ketersediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kontribusi Terbesar dalam Program 3 Juta Rumah
Menteri PKP, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa nilai lahan hibah ini diperkirakan mencapai Rp6,2 triliun dengan asumsi harga tanah sekitar Rp20 juta per meter persegi. Sirait menekankan bahwa hibah ini merupakan salah satu kontribusi terbesar dari sektor swasta dalam mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah. Sirait juga memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan proyek ini, termasuk Hashim Djojohadikusumo dan Rosan Roeslani.
Pertumbuhan Ekonomi Melalui Pembangunan Perumahan
Program pembangunan 3 juta rumah ini memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menyediakan hunian bagi masyarakat. Program ini juga menjadi strategi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan bahwa pembangunan perumahan memiliki dampak ekonomi yang cukup luas karena melibatkan banyak sektor industri. Menurutnya, setiap pembangunan rumah melibatkan sekitar 180 sektor industri.
➡️ Baca Juga: Heeseung Umumkan Keluar dari ENHYPEN, Fans Protes Keras
➡️ Baca Juga: Tips Mudik Bareng Anak, Pakar IPB Beri Pesan Penting Ini

