Tim Dalkarhutla Berhasil Padamkan Karhutla Tahura Sebangau Meski Harus Naik Kelotok Selama Tiga Jam

Dalam upaya mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin mengkhawatirkan, Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah baru-baru ini berhasil melakukan pemadaman di kawasan Tahura Isen Mulang Sebangau Berkah, Kabupaten Pulang Pisau. Meskipun harus menempuh perjalanan yang cukup melelahkan selama tiga jam menggunakan perahu kelotok, dedikasi dan keberanian tim ini patut diacungi jempol. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai tantangan yang dihadapi tim, teknik yang digunakan dalam pemadaman, serta upaya berkelanjutan untuk mencegah kebakaran hutan di wilayah tersebut.
Perjalanan Menuju Lokasi Kebakaran
Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Agustan Saining, menjelaskan bahwa dalam penanganan kebakaran ini, tim Dalkarhutla bekerja sama dengan Pemadaman Darat. Mereka menggunakan berbagai peralatan untuk memastikan pemadaman yang efektif. Di antara alat yang digunakan adalah:
- Dua unit mesin pompa
- 12 roll selang tembak
- Dua roll selang hisap
- Satu nozzle jet
- Tiga perahu milik masyarakat setempat
Perahu-perahu ini sangat penting untuk mencapai lokasi kebakaran yang terletak jauh dari akses darat. Tim harus berlayar selama tiga jam, melewati sungai, untuk mencapai titik di mana api berkobar.
Tantangan di Lapangan
Setelah tim Dalkarhutla tiba di lokasi kebakaran, mereka mendapati kondisi lapangan yang cukup menantang. Daerah tersebut didominasi oleh semak belukar dan tumpukan daun kering, serta pepohonan seperti galam, blangiran, dan rasau. Tanah di area tersebut juga bervariasi, terdiri dari mineral dan gambut, yang dapat memicu kebakaran lebih lanjut jika tidak ditangani dengan baik.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah sulitnya akses menuju titik kebakaran. Meskipun sumber air yang dibutuhkan untuk pemadaman tersedia dari Sungai Sebangau, jarak sekitar 60 meter dari titik kebakaran menambah kesulitan dalam proses pemadaman.
Strategi Pemadaman yang Diterapkan
Setelah menelusuri lokasi dan melakukan penilaian awal, tim Dalkarhutla segera memulai upaya pemadaman. Mereka bekerja secara sistematis dan terkoordinasi untuk memadamkan api yang masih menyala. Agustan Saining mengungkapkan bahwa hingga penanganan berakhir sekitar pukul 16.17 WIB, api belum sepenuhnya padam, dan petugas masih mendapati asap yang keluar dari beberapa batang kayu.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun upaya pemadaman sudah dilakukan, kondisi di lapangan tetap memerlukan perhatian lebih. Pemantauan dan pendinginan lanjutan menjadi penting untuk memastikan tidak ada bara api yang dapat menyala kembali.
Pentingnya Pemantauan Berkelanjutan
Keberadaan asap pada batang-batang kayu menandakan bahwa area tersebut masih berpotensi untuk terbakar kembali. Oleh karena itu, tim Dalkarhutla harus terus memantau lokasi tersebut. Upaya ini sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas di kawasan Tahura Isen Mulang Sebangau.
Agustan menjelaskan bahwa sesuai dengan arahan dari Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, tim berkomitmen untuk melakukan penanganan kebakaran hutan secara berkelanjutan di berbagai lokasi yang terdampak. Ini mencakup pemadaman, pembatasan penyebaran api, dan pendinginan di lokasi-lokasi yang berpotensi terjadinya kebakaran.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Dengan semangat dan dedikasi yang ditunjukkan oleh tim Dalkarhutla, diharapkan upaya pemadaman dan pencegahan kebakaran hutan yang dilakukan dapat meminimalisir dampak negatif dari karhutla. Komitmen dan kerja keras ini bukan hanya untuk melindungi lingkungan, tetapi juga untuk menjaga kearifan lokal dan mendukung kehidupan masyarakat sekitar yang bergantung pada hutan sebagai sumber penghidupan mereka.
Keberhasilan dalam pemadaman kebakaran di kawasan Tahura Isen Mulang Sebangau merupakan langkah positif yang perlu diikuti dengan langkah-langkah preventif lainnya. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pengendalian karhutla dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien, sehingga ancaman kebakaran hutan dapat diminimalisir di masa mendatang.
➡️ Baca Juga: Pegadaian Peduli Salurkan Dukungan untuk Pembangunan Jembatan Raba Sa’u di Kabupaten Bima
➡️ Baca Juga: Dampak Popularitas Media Sosial Terhadap Perilaku Negatif Influencer di Dunia Digital




