Stepforward Rayakan Tiga Dekade Berkarya Melalui EP Terbaru “Tak Pernah Mati

Jakarta – Grup musik hardcore yang telah mengukir namanya dalam sejarah musik Indonesia, Stepforward, merayakan pencapaian luar biasa mereka yang telah berlangsung selama tiga dekade. Dengan bangga, mereka meluncurkan EP terbaru berjudul “Tak Pernah Mati” pada tanggal 30 Agustus 2026, yang merupakan kelanjutan dari single dengan judul serupa yang dirilis pada awal bulan Juli 2026. Rilisan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebuah penegasan atas semangat dan dedikasi yang telah mereka tunjukkan sejak awal berdiri pada tahun 1995.
Konsistensi dan Energi dari Tiga Dekade Berkarya
Bagi Stepforward, yang kini diperkuat oleh Jill van Diest (vokal), Fajar Arifan (drum), Junas Mirardiarsyah (bass), dan Roma Sophiaan (gitar), tiga dekade berkarya bukan hanya tentang mengenang masa lalu. Melainkan, ini menjadi bukti nyata dari konsistensi mereka dalam berkarya serta pernyataan bahwa semangat yang melandasi pembentukan band ini tetap berkobar. Junas Miradiarsyah, pemain bass, menjelaskan, “Kami percaya bahwa apa yang telah kami bangun dan perjuangkan tidak akan lenyap oleh waktu. Musik hardcore mungkin mengalami perubahan dan generasi yang silih berganti, tetapi energi dan semangat yang menjadi inti dari Stepforward akan selalu ada.”
Materi Album: Penghormatan untuk Ricky Siahaan
EP “Tak Pernah Mati” terdiri dari lima lagu yang menggabungkan materi baru dan aransemen ulang. Tiga lagu baru dalam EP ini adalah “Angkara,” “Tak Pernah Mati,” dan “Camkan Memarku,” yang ditulis bersama mendiang gitaris mereka, Ricky Siahaan, dan belum pernah direkam sebelumnya. Selain itu, ada dua lagu yang diaransemen ulang, yaitu “Forever Stand Undivided” dan “Perempuan,” yang diambil dari album pertama mereka, “Stories of Undying Hope,” yang dirilis pada tahun 2003. Kedua lagu ini mendapatkan sentuhan baru yang memberikan nuansa segar.
Dedikasi untuk Mendiang Ricky Siahaan
Jill van Diest, sebagai satu-satunya anggota pendiri yang masih tersisa, mendedikasikan EP ini untuk Ricky Siahaan. Dalam sebuah pernyataan, Jill mengungkapkan, “Materi dari EP ini sebenarnya memiliki potensi untuk menjadi album penuh. Namun, kami tidak merasa menyesal, karena proses pembuatannya telah memberikan pengalaman belajar yang luar biasa bagi kami semua. Setiap anggota berkontribusi dengan maksimal, tetap mengikuti arahan yang entah bagaimana masih terasa dari Ricky. Ia adalah sosok jenius yang selama ini menjadi otak di balik Stepforward. Terima kasih untuk semua yang telah dia berikan, semoga di mana pun ia berada, ia masih bisa bangga dengan karya kami.”
Proses Produksi yang Menarik
Rekaman EP “Tak Pernah Mati” dilakukan di Studio Dexter, Jakarta, dengan bantuan tim penata suara yang terdiri dari Heston Prasetyo, Johanes Abiyoso, dan I Wayan Eka Wiguna. Proses mixing dan mastering ditangani oleh Praditya Putra dari Invasion Studio, yang dikenal telah menggarap album dari berbagai band terkenal, seperti Seringai dan Modern Guns. Dengan sentuhan profesional dari tim produksi, EP ini diharapkan dapat menghadirkan kualitas suara yang optimal dan memuaskan bagi pendengar.
Ketersediaan Digital: Menjangkau Penggemar
Setelah proses produksi yang panjang dan penuh dedikasi, EP “Tak Pernah Mati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital. Pendengar dapat menemukan album ini di Bandcamp, Spotify, Apple Music, dan YouTube Music. Dengan ketersediaan di platform-platform ini, Stepforward berharap dapat menjangkau lebih banyak penggemar, baik yang sudah lama mengikuti perjalanan mereka maupun generasi baru yang ingin mengenal musik hardcore yang mereka tawarkan.
Refleksi Tiga Dekade Berkarya
Merayakan tiga dekade berkarya bukan hanya tentang melihat kembali, tetapi juga tentang melihat ke depan. Stepforward telah menjadi bagian penting dari lanskap musik Indonesia, dan perjalanan mereka adalah contoh nyata dari ketekunan dan inovasi. Meskipun banyak perubahan yang terjadi dalam industri musik, semangat mereka untuk berkarya tetap tak tergoyahkan.
Menjaga Semangat Berkarya
Dalam setiap lagu yang mereka ciptakan, terdapat pesan dan semangat yang ingin disampaikan. Musik bagi mereka bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga medium untuk berkomunikasi dan menginspirasi. Dalam sebuah wawancara, Jill van Diest menyatakan, “Kami ingin musik kami bisa menyentuh hati banyak orang, memberi semangat, dan menjadi suara bagi mereka yang merasa terpinggirkan.” Dengan komitmen seperti ini, Stepforward terus berusaha untuk menciptakan karya yang relevan dan bermakna.
Menatap Masa Depan
Dengan peluncuran EP “Tak Pernah Mati,” langkah Stepforward seakan mempertegas bahwa mereka masih memiliki banyak cerita untuk dibagikan. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi selama tiga dekade berkarya, mereka tetap optimis untuk melanjutkan perjalanan ini. Ke depan, ada harapan untuk mengembangkan materi yang ada menjadi album penuh, yang tentunya akan menjadi langkah besar dalam perjalanan musik mereka.
Berkomitmen pada Kualitas dan Kreativitas
Setiap album yang dirilis oleh Stepforward selalu dihasilkan dari proses kreatif yang intens dan penuh dedikasi. Mereka berkomitmen untuk menjaga kualitas musik yang dihasilkan, sehingga setiap karya yang lahir bisa menjadi representasi terbaik dari diri mereka. Dalam industri yang terus berubah, komitmen ini menjadi salah satu kunci untuk tetap relevan dan dicintai oleh penggemar.
Perayaan dan Inspirasi
Perayaan tiga dekade berkarya ini juga menjadi pengingat akan pentingnya komunitas musik. Stepforward telah membangun ikatan yang kuat dengan penggemar dan musisi lain, menciptakan lingkungan yang saling mendukung dan menginspirasi. Dalam setiap penampilan, mereka tidak hanya tampil untuk menghibur, tetapi juga untuk merayakan persatuan dan semangat yang ada dalam komunitas hardcore.
Mendorong Generasi Muda
Dengan perjalanan panjang yang telah dilalui, Stepforward juga ingin mendorong generasi muda untuk terus berkarya. Mereka percaya bahwa setiap orang memiliki suara yang perlu didengar dan cerita yang perlu dibagikan. “Kami berharap generasi muda bisa mengambil inspirasi dari perjalanan kami dan terus berkarya dengan semangat yang sama,” ujar Junas Miradiarsyah. Dengan demikian, langkah mereka bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan musik yang lebih besar.
Kesimpulan Perjalanan Tiga Dekade
EP “Tak Pernah Mati” merupakan tonggak penting dalam perjalanan Stepforward yang telah berlangsung selama tiga dekade. Melalui karya ini, mereka tidak hanya merayakan masa lalu tetapi juga menegaskan keberadaan mereka di kancah musik Indonesia. Dengan semangat dan energi yang tetap mengalir, Stepforward siap untuk terus berkarya dan memberikan inspirasi bagi banyak orang.
➡️ Baca Juga: UI Nonaktifkan 16 Mahasiswa FH Karena Dugaan Pelecehan Verbal, Bukan Sanksi Akhir
➡️ Baca Juga: 10 Pilihan Oleh-Oleh Khas Banjarmasin yang Wajib Dibawa Pulang untuk Kenangan




