Dedi Mulyadi Rencanakan Karnaval Binokasih Sebagai Event Tahunan Lintas Daerah hingga Cirebon

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan rencananya untuk menjadikan Karnaval Binokasih sebagai agenda tahunan yang berskala provinsi. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Barat kepada masyarakat luas dan mendukung pengembangan pariwisata daerah.
Karnaval Lintas Daerah Menuju Cirebon
Rencana ini tidak hanya terbatas pada wilayah tertentu, tetapi akan melibatkan beragam daerah di Jawa Barat, termasuk Cirebon. Dedi menegaskan bahwa Karnaval Binokasih akan menjadi simbol kebudayaan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan. Kegiatan ini merupakan pengembangan dari tradisi budaya Keraton Sumedang yang telah ada sebelumnya, dan kini diangkat menjadi agenda bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjangkau dampak yang lebih luas.
Pelaksanaan Pertama Karnaval
Pelaksanaan pertama Karnaval Binokasih dijadwalkan berlangsung pada tanggal 2 Mei di Sumedang. Kegiatan ini direncanakan akan diintegrasikan dengan dukungan dari Pemprov untuk memastikan bahwa acara ini memiliki dampak yang lebih besar dan dapat menarik perhatian masyarakat.
Rute dan Destinasi
Rangkaian karnaval akan berlangsung dari satu daerah ke daerah lain, mengusung narasi sejarah serta budaya Sunda yang kaya. Perjalanan dimulai di Sumedang pada 2 Mei, dilanjutkan ke Kawali, Kabupaten Ciamis, yang terkenal sebagai pusat Kerajaan Sunda Kawali pada tanggal 3 Mei.
- Sumedang – 2 Mei
- Kawali, Ciamis – 3 Mei
- Kampung Naga – destinasi budaya yang penting
- Cianjur – lokasi bersejarah
- Depok – peringatan Hari Jadi Kota
Setelah itu, rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kampung Naga, sebuah destinasi budaya yang menarik, dan kemudian menuju Cianjur, di mana titik akhir karnaval adalah gedung keresidenan yang memiliki nilai historis sebagai ibu kota Priangan di masa lalu.
Perjalanan Melalui Bogor dan Depok
Karnaval akan berlanjut ke Bogor dengan rute dari Batutulis menuju Kebun Raya Bogor. Setelah sehari beristirahat, acara karnaval ini akan terintegrasi dengan peringatan Hari Jadi Kota Depok, yang akan menonjolkan kawasan heritage peninggalan Belanda yang kaya sejarah.
Akhir Perjalanan di Cirebon
Dari Depok, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Karawang untuk mengunjungi Pesantren Syekh Quro, sebelum mencapai puncak acara di Cirebon. Di sana, karnaval akan berakhir dengan kegiatan di Bale Jayadewata menuju kawasan Keraton Kasepuhan.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang sejarah, sehingga memiliki alur yang jelas, hingga akhirnya sampai di Kesultanan Kasepuhan,” ungkap Dedi Mulyadi.
Manfaat Karnaval Binokasih
Lebih dari sekadar perayaan budaya, Karnaval Binokasih diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dedi Mulyadi menekankan bahwa setiap daerah yang dilalui harus dalam kondisi bersih dan tertata, menciptakan suasana yang nyaman bagi para pengunjung.
Fokus pada Pembangunan dan Infrastruktur
Selain itu, Dedi juga memastikan bahwa berbagai kawasan yang dilalui karnaval akan mendapatkan perhatian dalam hal pembangunan. Beberapa area yang direncanakan untuk direnovasi dan ditata antara lain:
- Renovasi Keraton Sumedang
- Penataan Kawali
- Peningkatan fasilitas wisata di Kampung Naga
- Penguatan situs sejarah di Cianjur
- Perbaikan infrastruktur di Depok, Karawang, dan Cirebon
“Kami berharap dampak dari kegiatan ini tidak hanya terasa di sektor budaya, tetapi juga dalam penataan infrastruktur dan lingkungan, mulai dari jalan, trotoar, hingga kawasan permukiman,” jelasnya.
Kesimpulan dan Harapan
Dengan upaya ini, Dedi Mulyadi berharap Karnaval Binokasih dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya merayakan kekayaan budaya Jawa Barat, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan daerah secara keseluruhan. Melalui karnaval ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai dan melestarikan budaya serta lingkungan mereka, sambil menikmati pertunjukan yang menarik dan beragam.
➡️ Baca Juga: Strategi Hyundai Mendorong Dealer Beralih ke Merek Lain dengan Taktik Baru
➡️ Baca Juga: Temukan Rumah Subsidi di Sukoharjo Mulai Rp150 Juta, Berikut Pilihan Terbaiknya




