Penguatan Sinergi Poltekpar untuk Cetak SDM Pariwisata Berdaya Saing Global
Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengambil langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antar Politeknik Pariwisata (Poltekpar) untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang tidak hanya unggul tetapi juga berdaya saing di tingkat global. Melalui Rapat Koordinasi Politeknik Pariwisata yang berlangsung, berbagai strategi efektif diperkenalkan untuk mencapai tujuan ini.
Langkah Strategis dalam Pengembangan SDM Pariwisata
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini M. Paham, menyampaikan bahwa pertemuan yang diadakan secara daring dan luring di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat pada 8 hingga 10 April 2026, merupakan momentum kunci dalam memperkuat sinergi untuk pembangunan SDM pariwisata. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan landasan yang kokoh dalam menghadapi tantangan industri di masa depan.
“Rapat ini bertujuan untuk memastikan bahwa rekomendasi strategis dapat dilaksanakan dengan cara yang terarah dan terukur selama periode pembangunan 2025-2029,” ungkap Diah, sapaan akrab Martini M. Paham, dalam keterangan resminya.
Peran Poltekpar dalam Pendidikan Vokasi
Dalam konteks ini, Poltekpar berperan penting sebagai pendorong utama pendidikan vokasi pariwisata yang inovatif dan inklusif. Dengan pendekatan yang tepat, Poltekpar diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap bersaing secara global.
Diah juga menekankan pentingnya penguatan SDM pariwisata secara menyeluruh, yang mencakup:
- Penyelarasan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan industri.
- Tata kelola yang adaptif dan responsif terhadap perubahan.
- Peningkatan kualitas pendidikan yang lebih aplikatif.
- Penelitian yang berdampak nyata di masyarakat.
- Pengabdian kepada masyarakat yang berkesinambungan.
Sinergi antara Pendidikan dan Industri
Lebih lanjut, Diah menambahkan bahwa kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak perlu diperkuat untuk memperkuat sinergi antara sektor pendidikan, industri, dan pemberdayaan ekonomi. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan dapat muncul langkah-langkah konkret yang terukur dan implementatif.
“Tujuannya adalah mengurangi hambatan administratif dan mendorong inovasi yang memberikan dampak nyata di lapangan,” sambungnya.
Pembahasan Kelembagaan dan Kurikulum
Pada hari pertama pertemuan, fokus utama adalah penguatan kelembagaan pendidikan vokasi, penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Poltekpar, serta penataan organisasi dan tata kelola. Ditekankan pentingnya revitalisasi pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri, melalui pendekatan job matching dan penguatan kurikulum berbasis industri.
“Pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja secara nyata. Keterkaitan antara lulusan dan industri menjadi aspek kunci,” kata Diah menegaskan.
Kerja Sama Internasional untuk Peningkatan Kualitas
Memasuki hari kedua, agenda beralih ke penguatan kerja sama internasional, salah satunya dengan Swisscontact. Diskusi berfokus pada pengembangan kurikulum berbasis industri dan penyusunan pedoman penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Program Sustainable Tourism Education Development (STED) yang telah berlangsung sejak 2018, kini diperluas di berbagai Poltekpar dengan tujuan meningkatkan kualitas pengajaran melalui metode berbasis proyek dan magang terstruktur.
Program ini telah menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi lulusan serta keterhubungan dengan industri.
Regulasi dan Penguatan Karier Dosen
Pada hari ketiga, kegiatan diawali dengan sosialisasi Permendikti Saintek Nomor 52 Tahun 2025 yang berkaitan dengan profesi, karier, dan penghasilan dosen. Regulasi ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi dan kinerja dosen dengan sistem karier yang lebih terstruktur.
“Peran dosen dalam pelaksanaan tridharma juga perlu diperkuat secara kolaboratif,” ungkap Diah, mencakup mekanisme sertifikasi, promosi, dan tunjangan berbasis kinerja, meski masih ada tantangan dalam integrasi penilaian kinerja dan pengelolaan beban kerja.
Percepatan Karier Dosen dan Sinergi Kewirausahaan
Dalam upaya mendukung pengembangan jabatan akademik, rapat ini juga membahas rencana pembentukan task force yang bertujuan mempercepat karier dosen Poltekpar. Langkah ini diharapkan dapat dilakukan secara sistematis, tidak hanya melalui pemenuhan angka kredit, tetapi juga melalui penguatan ekosistem tridharma yang lebih baik.
Selanjutnya, Diah juga menyebutkan bahwa Kemenpar sedang menjajaki kerja sama dengan Kementerian UMKM dalam pengembangan kewirausahaan pariwisata. Poltekpar diharapkan dapat berfungsi sebagai hub kewirausahaan melalui berbagai inisiatif seperti co-incubation, living lab, dan business matching untuk menciptakan wirausaha yang inovatif dan berdaya saing.
Melalui semua inisiatif ini, diharapkan SDM pariwisata berdaya saing global dapat terwujud, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada kemajuan sektor pariwisata Indonesia secara keseluruhan. Dengan langkah-langkah terarah dan kolaborasi yang solid, masa depan pariwisata Indonesia tampak semakin cerah.
➡️ Baca Juga: Aplikasi Viral untuk Meningkatkan Kebiasaan Digital Sehat dan Konsisten Setiap Hari
➡️ Baca Juga: 10 Pilihan Oleh-Oleh Khas Banjarmasin yang Wajib Dibawa Pulang untuk Kenangan