slot depo 10k slot depo 10k
Kabar Hari Ini

Kota Makassar di Sulsel Memiliki Angka Tertinggi Kecelakaan Lalu Lintas

Kota Makassar, yang terletak di Sulawesi Selatan, kini menjadi sorotan utama terkait angka kecelakaan lalu lintas. Hingga April 2026, kota ini mencatatkan jumlah kecelakaan tertinggi di wilayah tersebut dengan total 1.508 kejadian. Jumlah ini tersebar di enam kecamatan yang dikenal sebagai zona rawan kecelakaan. Tingginya angka kecelakaan ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat dan pihak berwenang, terutama terkait dengan keselamatan berlalu lintas yang semakin mendesak untuk ditangani.

Kecamatan dengan Angka Kecelakaan Tertinggi

Direktur Ditlantas Polda Sulsel, Kombes Pol Pria Budi, mengungkapkan bahwa terdapat enam titik black spot di Kota Makassar yang menjadi perhatian utama. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Panakkukang, Biringkanaya, Tamalanrea, Tamalate, Rappocini, dan Manggala. Setiap kecamatan ini memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri yang berkontribusi terhadap tingginya angka kecelakaan.

Penyebab Utama Kecelakaan

Penyebab utama dari kecelakaan lalu lintas di Makassar, menurut Pria Budi, adalah kurangnya kesadaran serta pemahaman dari masyarakat mengenai pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Banyak pengendara yang melanggar aturan, termasuk mengemudi melawan arus dan tidak menggunakan helm. Ini merupakan masalah yang cukup serius dan memerlukan perhatian khusus dari semua pihak.

Upaya Pihak Berwenang dalam Mengatasi Kecelakaan

Pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mengurangi angka kecelakaan. Upaya ini mencakup tindakan pre-emptive, preventive, serta represif. Selain itu, diskusi mengenai keselamatan transportasi yang dilakukan di Kantor Jasa Raharja Sulsel menunjukkan komitmen dalam menangani masalah ini secara serius.

Penerapan Sistem Tilang Elektronik

Dalam rangka menekan pelanggaran lalu lintas, pihak berwenang telah menerapkan sistem tilang elektronik (ETLE) di 14 titik kamera statis di seluruh Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Selain itu, perangkat ETLE handheld juga digunakan oleh petugas untuk meningkatkan pengawasan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pelanggar dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.

  • 14 titik kamera ETLE di Makassar dan Gowa
  • Penggunaan perangkat ETLE handheld oleh petugas
  • Langkah strategis untuk menekan pelanggaran
  • Upaya peningkatan kesadaran masyarakat
  • Kolaborasi dengan stakeholder terkait

Data Kecelakaan di Makassar

Berdasarkan data yang diperoleh dari Jasa Raharja, dari total 1.508 kecelakaan yang terjadi, sebanyak 74 orang dilaporkan meninggal dunia dan 1.908 orang mengalami luka-luka. Rincian lebih lanjut menunjukkan bahwa Kecamatan Biringkanaya mendominasi dengan 390 kejadian, diikuti oleh Panakkukang dengan 282 kejadian, dan Tamalanrea dengan 249 kejadian.

Rincian Angka Kecelakaan per Kecamatan

Berikut adalah rincian angka kecelakaan per kecamatan di Kota Makassar:

  • Biringkanaya: 390 kejadian, 17 MD, 458 LL
  • Panakkukang: 282 kejadian, 15 MD, 347 LL
  • Tamalanrea: 249 kejadian, 12 MD, 303 LL
  • Tamalate: 242 kejadian, 10 MD, 323 LL
  • Manggala: 173 kejadian, 10 MD, 235 LL
  • Rappocini: 172 kejadian, 1 MD, 215 LL

Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Sekitar

Meski Makassar menjadi yang teratas, Kabupaten Gowa juga mencatatkan angka yang signifikan dengan 181 kejadian di Kecamatan Somba Opu, di mana 11 orang meninggal dan 237 orang mengalami luka-luka. Selain itu, Kabupaten Maros di Kecamatan Turikale melaporkan 173 kejadian dengan 11 korban meninggal dan 262 luka-luka.

Kecelakaan di Kabupaten Lainnya

Berikut adalah beberapa data tambahan mengenai kecelakaan di kabupaten lain di sekitar Makassar:

  • Jeneponto: 167 kejadian, 6 MD, 231 LL
  • Bulukumba: 146 kejadian, 12 MD, 212 LL

Total Kecelakaan di Sulawesi Selatan

Secara keseluruhan, pada 10 titik rawan di empat kabupaten di Sulawesi Selatan, total kecelakaan tercatat mencapai 2.179 kejadian. Dari jumlah tersebut, total korban luka-luka mencapai 2.850 orang, sementara korban jiwa yang meninggal dunia berjumlah 118 orang. Ini menunjukkan bahwa masalah kecelakaan lalu lintas bukan hanya menjadi tanggung jawab satu daerah, tetapi menjadi isu regional yang memerlukan perhatian bersama.

Dampak Ekonomi dari Kecelakaan

Dari sisi ekonomi, PT Jasa Raharja telah menyalurkan santunan kepada para korban kecelakaan. Total dana yang disalurkan untuk korban meninggal dunia mencapai Rp14,70 miliar, sedangkan untuk korban luka-luka sebesar Rp16,59 miliar dan untuk cacat tetap serta lainnya mencapai Rp165 juta. Ini menunjukkan dampak finansial yang signifikan akibat kecelakaan di jalan raya.

Tren Kecelakaan di Tahun Sebelumnya

Meski angka kecelakaan di Makassar tergolong tinggi, data Dirlantas Polda Sulsel menunjukkan bahwa pada tahun 2025, terdapat tren penurunan kasus kecelakaan. Total kasus di 24 kabupaten dan kota se-Sulsel tercatat sebanyak 7.144 kejadian, menurun dari 7.884 kejadian pada tahun 2024. Namun, sayangnya, jumlah korban meninggal dunia tetap tinggi dengan 807 orang pada tahun 2025.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Keselamatan Lalu Lintas

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai stakeholder dalam upaya menangani masalah kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, penanganan kecelakaan tidak bisa dilakukan sepihak, melainkan harus melibatkan berbagai pihak secara lintas sektor untuk mencapai hasil yang lebih efektif dan terukur.

Diskusi yang diadakan baru-baru ini bertujuan untuk menggali solusi konkret yang dapat diterapkan dalam meningkatkan keselamatan di jalan raya. Hal ini sangat penting mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Makassar yang perlu ditangani dengan serius agar tidak terus meningkat di masa mendatang.

➡️ Baca Juga: 9 Lokasi Berbuka Puasa di Makassar yang Ideal untuk Bersama Teman-Teman

➡️ Baca Juga: Sporting Vs Arsenal: Arteta Rancang Strategi, Gyokeres Jadi Kunci Kemenangan

Related Articles

Back to top button