5 Rumah Panggung di Bojonggambir Tasikmalaya Terbakar, Kerugian Mencapai Rp850 Juta

Kebakaran yang melanda Kampung Cigupit di Desa Pedangkamulyan, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin sore, 12 Oktober 2026, telah menghancurkan lima rumah panggung. Peristiwa ini menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai sekitar Rp850 juta, membuat lima kepala keluarga kehilangan tempat tinggal mereka. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki banyak bangunan berbahan dasar kayu.
Detail Kejadian Kebakaran
Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, ketika semua pemilik rumah sedang tidak berada di lokasi karena bekerja di Kota Tasikmalaya. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materi yang dialami sangat signifikan.
Penyebab Kebakaran
Kepala Polsek Bojonggambir, Ipda Yayat Very Hidayat, mengkonfirmasi bahwa kebakaran diperkirakan disebabkan oleh korsleting listrik di salah satu rumah milik Kosim, seorang warga berusia 44 tahun. Yayat menyatakan, “Kebakaran ini terjadi di wilayah hukum kami, dan saat itu rumah-rumah tersebut sedang ditinggal pemiliknya.”
Menurut keterangan Yayat, api diduga berasal dari rumah Kosim akibat gangguan arus listrik. Api kemudian meluas ke atap rumah dan menjalar ke empat rumah lainnya yang berdekatan.
Faktor Penyebab Penyebaran Api
Material bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu mempercepat penyebaran api. Sehingga, dalam waktu yang singkat, seluruh bangunan tersebut terbakar habis.
“Api diperkirakan berawal dari rumah milik Sdr Kosim yang mengalami korsleting dari arus listrik, lalu merambat ke atap dan membakar lima unit rumah secara bersamaan,” jelas Yayat.
Upaya Pemadaman Kebakaran
Kebakaran pertama kali dilihat oleh Andi Rusdiana Toyiban, seorang perangkat desa berusia 40 tahun, bersama Uud Samsudin, warga setempat yang berusia 49 tahun. Melihat asap tebal dan kobaran api, mereka segera berteriak meminta bantuan dari warga sekitar.
- Kendala akses menuju lokasi yang sulit
- Keterbatasan pasokan air untuk pemadaman
- Kurangnya peralatan pemadam kebakaran yang memadai
- Waktu respons yang lambat dari petugas pemadam kebakaran
- Kondisi angin yang memperburuk penyebaran api
Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun upaya tersebut terhambat oleh beberapa faktor, seperti akses yang sulit dan kurangnya pasokan air.
Penanganan oleh Pihak Berwenang
Petugas dari Polsek Bojonggambir segera tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan, mendata korban, dan mendokumentasikan kejadian. Mereka juga meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan data yang dihimpun dari kepolisian, rumah-rumah yang terbakar adalah milik lima warga: Adin (52), Saodah (57), Kosim (44), Saepuloh (56), dan Maman Ruhiman (31). Semua pemilik rumah tersebut diketahui berprofesi sebagai petani dan wiraswasta, dan tinggal di Kampung Cigupit RT 04 RW 06, Desa Pedangkamulyan.
Estimasi Kerugian Material
Kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp850 juta. Rumah milik Adin dan Saepuloh masing-masing mengalami kerugian sekitar Rp200 juta. Sementara itu, kerugian pada rumah milik Saodah, Kosim, dan Maman Ruhiman diperkirakan masing-masing mencapai Rp150 juta.
Insiden ini menyoroti pentingnya kesadaran akan risiko kebakaran, terutama di daerah yang banyak dihuni oleh rumah panggung yang rentan terhadap kebakaran. Masyarakat diharapkan dapat lebih memperhatikan instalasi listrik dan memastikan bahwa rumah mereka aman dari potensi kebakaran.
Rekomendasi untuk Masyarakat
Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, warga diharapkan melakukan beberapa langkah pencegahan, antara lain:
- Memeriksa dan merawat instalasi listrik secara berkala
- Memastikan tidak ada bahan mudah terbakar di dekat sumber api
- Menyiapkan alat pemadam kebakaran sederhana di rumah
- Melakukan pelatihan evakuasi bagi seluruh anggota keluarga
- Mendorong partisipasi dalam kegiatan sosialisasi keselamatan kebakaran di lingkungan sekitar
Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan insiden kebakaran yang merugikan ini tidak terulang kembali. Pendidikan dan kesadaran masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mengurangi risiko kebakaran di masa mendatang.
➡️ Baca Juga: Penyerapan Gabah Petani oleh Bulog Sumut Menurun Akibat Kenaikan Harga Pasar
➡️ Baca Juga: Percepat Penanganan Sisa Kebakaran di TPAS Gunung Santri dengan Strategi Efektif




